Lombok Post
Tanjung

Semoga Tak Berujung Di-expose

TANJUNG – Lombok Utara rupanya semakin diminati investor. Kali ini investor asal Korea Selatan (Korsel) PT. Cheongsu Engineering yang bekerjasama dengan perusahaan nasional PT. Bagaspati Hashil Energindo tertarik membangun PLTS di Lombok Utara. Rencana investasi tersebut pun dipaparkan langsung di hadapan Pemkab beserta jajarannya, di aula Bappeda Lombok Utara, kemarin (2/6).

Sekda H. Suardi dalam expose dua perusahaan tersebut mengungkapkan, kebutuhan listrik memang menjadi salah satu hal yang dibutuhkan untuk meningkatkan IPM di Lombok Utara. Selain itu, rencana pusat yang akan membangun Global Hub dan kilang minyak tentu membutuhkan dukungan listrik besar sehingga ketersediaan listrik sangat dibutuhkan. a�?Kehadiran investor ini kita sambut baik, tetapi kita ingin mendengar dan melihat sejauh mana penjelasan dan keseriusannya terlebih dulu,a�? ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PT. Cheongsu Engineering Victor Lee mengungkapkan kehadiran perusahaannya merupakan yang kedua kalinya. Sekarang mereka ingin berinvestasi dalam bidang kelistrikan. a�?Untuk rencana investasi ini kita menyiapkan 45 juta dollar untuk memproduksi listrik dengan daya 20 MW,a�? jelasnya.

Untuk memenuhi hajat produksi listrik tersebut, pihaknya juga mengaku membutuhkan lahan seluas 50 hektare yang akan digunakan untuk membangun PLTS. Victor memperkirakan, tahapan proyek akan dimulai dengan studi kelayakan paling cepat selama tiga bulan, kemudian pembebasan lahan, dan mengurus izin yang dibutuhkan serta Amdal dari pemda. a�?Jika semua lengkap, proyek siap digelar dengan masa pengerjaan enam hingga 12 bulan,a�? ungkapnya.

Lebih lanjut, Victor mengatakan rasio kelistrikan di NTB, baru sebesar 60 persen. Sedangkan secara umum, ada tujuh alasan pihaknya hadir dan berinvestasi di Lombok. Salah satunya mendorong peningakatan kebijakan pelayanan kelistrikan masyarakat, menciptakan pasar, menyiapkan tarif dan harga jual yang terjangkau, pendanaan dan dukungan lain, meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, meningkatkan penelitian, serta mengembangkan wilayah kerja sama dengan berbagai negara di dunia.

a�?Kita akan kerja sama dengan perusahaan lokal dan PT PLN (Persero). PLTS dibangun dengan sistem BOT (Build, Operate and Transfer) dalam jangka waktu 25 tahun. Setelah itu peralatan bisa dimiliki pemda,a�? paparnya.

Dalam pemaparannya, Cheongsu sudah sangat siap untuk menanamkan modalnya. Dengan catatan, adanya kepastian lahan serta jaminan keamanan. Seluruh peralatan yang ada sudah siap dibawa dari Korea Selatan. Untuk menghasilkan 1 MW, Cheongsu memerlukan lahan 1-2 hektare. Dikalikan 20 MW, maka untuk lahan peralatan saja diperlukan 40 hektare.

Sementara, Direktur PT. Bagaspati Hashil Energindo Dwi Murti menambahkan, ketertarikan dua investor ini tidak lepas dari pertumbuhan permintaan listrik di NTB, serta kemajuan sektor pariwisata daerah. Produksi PLTS yang dihasilkan nantinya akan tersambung dengan transmisi 150 KV milik PLN.

Menurutnya, NTB termasuk salah satu daerah yang masih terjadi krisis listrik. Kapasitas yang ada saat ini 136 MW, sementara pemakaian pada beban puncak mencapai 145 MW. Dengan industri pariwisata yang berkembang sedemikian pesat, NTB setidaknya menyiapkan 265 MW.

Dalam proses pengerjaan proyek ini akan melibatkan tenaga kerja lokal, terkecuali untuk teknisi yang memang memerlukan keahlian. Namun kepastian proyek ini, akan sangat bergantung dari hasil kajian yang akan dilakukan dalam waktu tiga bulan ke depan. a�?Kami belum pastikan lokasinya di mana. Ada beberapa lokasi yang sudah disurvei seperti Desa Sukadana dan Desa Sambik Elen,a�? cetusnya.

Kepala Desa Sambik Elen L. Alwan Wijaya dalam ekspose tersebut menyatakan sangat mendukung rencana investor jika memang dipilih sebagai lokasi pembangunan. Namun pihaknya mewanti-wanti agar investor tidak hanya sekadar tebar janji lantas tak jadi membangun. a�?Sudah ada beberapa investor yang hanya bicara saja. Semoga investor kali ini serius,a�? pungkasnya. (puj/r9)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost