Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Bibit Tak Berkualitas, Jatah Petani Disunat

BAWANG MERAH: Buruh di Pasar Mandalika menurukan bawang merah yang baru datang dari Bima dan Sumbawa, beberapa hari lalu.

BIMA – Polres Kabupaten Bima serius mengusut sejumlah kasus dugaan korupsi di Kabupaten Bima. Terutama kasus pengadaan bibit kedelai dan bawang merah pada Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertapan) Kabupaten Bima.

a�?Semua kasus dugaan korupsi akan kita usut sampai tuntas,a��a�� kata Kasatreskrim Polres Kabupaten Bima AKP Ericson kepada Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin (3/6).

Ia mengaku, ada sejumlah kasus korupsi yang sedang ditangani. Yakni, kasus dugaan korupsi pengadaan bibit bawang merah pada tahun 2015. Selain itu, pihaknya sedang mengusut kasus pengadaan bibit kedelai Rp 26 miliar.

a�?Kita telah memeriksa sebanyak 35 Kelompok Tani (Koptan). Sementara, pengadaan bibit kedelai masih kumpulkan data dan keterangan,a��a�� sebutnya.

Kasus tersebut,katanya, masih dalam tahap penyelidikan. Pihaknya masih mengumpulkan data dan bahan keterangan dari 100 Koptan yang menerima bantuan bibit tersebut.

a�?Kita akan upayakan semua Koptan yang menerima bantuan bibit itu dimintai keterangan,a��a�� terangnya.

Ericson meminta kerja sama yang baik dengan sejumlah Koptan yang ada. Pasalnya, dari sejumlah kelompok yang diundang, hanya sebagian yang siap memberikan keterangan.

a�?Kendala kita mengungkap kasus pengadaan bibit bawang merah, Koptan tidak proaktif. Banyak yang tidak menghiraukan panggilan penyidik,a��a�� ujarnya.

Ia masih enggan menjelaskan secara detail tentang dugaan korupsi padaA�pengadaan bibit bawang merah tersebut. Tapi dia yakin dapat menuntaskan kasus itu.

a�?Kasus ini sebenarnya tidak terlalu sulit. Hanya membutuhkan waktu, karena banyak kelompok tani yang harus kita periksa,a��a�� ujarnya.

Perwira tiga balok ini menjelaskan, pengadaan bibit bawang merah di Kabupaten Bima diperuntukkanA�A�kepada 100 kelompok tani. Anggarannya Rp 18 miliar dari APBN tahun 2015.

Dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB),A�bibitA�A�itu harusnya berkualitas baik dengan harga Rp 3.250.000 per 100 kilogram. Kenyataannya, bibit yang dibeli tidak berkualitas. Harga Rp 700.000 hingga Rp 800.000 per 100 kilogram.

Selain itu, ada pengurangan jumlah yang diberikan ke koptan. Semestinya tiap koptan mendapat limaA�A�ton, tapi hanya diberikan tiga ton.

a�?Anggaran itu bukan hanya untuk pengadan bibit bawang merah. Tapi juga obat pestisida. Ini yang akan kita telusuri,a��a�� bebernya. (dam/r1)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost