Lombok Post
Metropolis

Jangan Ganggu Orang Berpuasa

Bayu Pancapati
Bayu Pancapati

MATARAM – Bulan Ramadan tinggal hitungan hari. Untuk menjaga kekhusyukan warga dalam menjalankan ibadah, Satpol PP Kota Mataram menghimbau warga untuk tertib dan mentaati aturan yang dibuat pemkot saat bulan puasa. Terutama terkait larangan petasan, warung makan dan restoran yang beroperasi di siang hari.

“Masyarakat di masing-masing lingkungan harus bisa menjaga kekhusyukan ibadah Ramadan. Jangan sampai ada yang mengganggu orang beribadah dengan membunyikan petasan dan yang lainnya,” kata Kabid Trantibum Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati.

Ia mengingatkan, para orang tua agar lebih bertanggung jawab. Seandainya ada anak-anak yang bermain petasan dan mengganggu ibadah harus diperingati.

“Cukup orang tua yang ada di lingkungan yang mengingatkan. Tidak harus dari aparat yang menanganinya,” jelasnya.

Begitu halnya dengan pedagang petasan yang biasanya muncul bak jamur di musim hujan. Mereka diminta tidak menjual petasan.

Sedangkan untuk warung makan atau restoran ia menjelaskan sudah jelas dilarang beraktivitas di siang hari.

Kalaupun memang ada yang mau berjualan, pihaknya meminta agar tidak melayani makan di tempat. Melainkan bisa dengan dibungkus dan konsumen bisa makan di rumahnya. Sehingga tidak menampakkan diri sedang makan.

Kata Bayu, untuk Ramadan kali ini, pihaknya memberikan kewenangan kepada lurah dan camat untuk melakukan penertiban.

Bila terdapat gangguan seperti petasan atau warung makan yang buka siang hari, camat dan lurah diharapkan lebih dahulu yg menangani warganya. Satpol PP sifatnya hanya membantu jika diperlukan.

“Saat ini baru Camat Ampenan yang kami terima tembusan surat perintah kepada jajarannya untuk melaksanakan penertiban dan pemantauan keamanan di wilayahnya. Harapan kami semua kecamatan dapat melaksanakan kegiatan yang sama,” tandasnya. (ton/r4)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost