Lombok Post
Pendidikan

Pembelajaran Agama Harus Menarik

MEMOTIVASI GURU: Kepala Kanwil Kemenag NTB H Sulaiman Hamid (tengah) memberi motivasi guru PAI SD, SMP, SMA/SMK, kemarin (3/6).

MATARAM – Guru pendidikan agama islam (PAI) diminta mengembangkan pembelajaran yang menarik. Dengan begitu, siswa bisa menerapkan ilmu yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Guru harus terampil. Pelajaran agama jangan hanya teori, perlu juga praktik,” kata Kepala Kanwil Kemenag NTB H Sulaiman Hamid, kemarin (3/6).

Kakanwil menyampaikan ini kepada 50 peserta pelatihan pembelajaran berbasis informasi teknologi (IT) guru PAI SMP dan SMA/SMK serta 50 guru PAI peserta workshop penilaian tindakan kelas (PTK).

Sulaiman mengingatkan, guru tidak boleh menyampaikan materi agama seadanya. Perlu ada terobosan materi dan cara penyampaian kepada peserta didik.

“Guru juga harus terampil mencari referensi pembelajaran,” sambungnya.

Dengan begitu, lanjutnya, pembelajaran menjadi semakin beragam. Minat siswa pun kian tumbuh. Disamping itu, guru juga harus memberi contoh yang baik kepada siswa.

“Guru menjadi teladan. Mulai dari pakaian sampai tindakan,” tegas Sulaiman.

Ketua Penyelenggara Workshop IT dan PTK H Saipun Nasri mengungkapkan, kedua kegiatan sengaja digabung.

Arah kedua kegiatan sama yaitu membuat guru PAI semakin profesional. Diharapkan usai workshop kebiasaan meneliti dan menulis juga semakin tumbuh.

“Workshop ini sekaligus memberikan wawasan dan keterampilan media pembelajaran,” katanya.

Selama tiga hari, sambungnya, guru PAI akan digembleng oleh nara sumber yang kompeten di bidangnya masing-masing. Sehingga materi yang disampaikan mudah dipahami.

“Sehingga menghasilkan pembelajaran yang efektif,” sambungnya.

Lebih lanjut, secara khusus workshop PTK akan mengarahkan pada peningkatan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Termasuk membantu guru mengatasi pembelajaran di dalam maupun luar kelas.

“Menumbuhkembangkan budaya akademik di sekolah sehingga tercipta suasana belajar proaktif,” terangnya.

Sementara media pembelajaran berbasis IT, kata Saipun Nasri, memiliki tujuan melatih guru PAI membuat media pembelajaran berbasis IT.

Mengembangkan kompetensi guru dalam mendesai media pembelajaran berbasis ICT. Menambah wawasan guru-guru PAI memanfaatkan IT.

“Pola pembelajaran memang harus beragam. Termasuk dengan pemanfaatan IT, meski begitu harus tetap diawasi,” ucapnya.

“Dengan begitu perkembangan teknologi yang negatif bisa dicegah,” tambahnya.(feb/r11/*)

Berita Lainnya

Kasek Harus Memiliki Sertifikat Cakep Nasional

Redaksi LombokPost

500 Mahasiswa UNW Ikuti PERTAMA

Redaksi LombokPost

Jurusan Pertanian SMKN 7 Mataram Kurang Diminati

Redaksi LombokPost

KBM di Kota Mataram Mulai Normal

Redaksi LombokPost

Bantuan Kemendikbud Untuk Guru PNS Rp 1,5 Juta, Honor Rp 2 Juta

Redaksi Lombok Post

Bhayangkari Percantik Taman Baca di Pesisir Pantai

Redaksi LombokPost

Sintya, Siswi MAN 1 Mataram Juara Ajang KSM Bidang Fisika

Redaksi LombokPost

SMAN 10 Mataram Kekurangan Siswa

Redaksi LombokPost

Dua Siswa Lotim Masuk Tim Paskibraka Nasional

Redaksi LombokPost