Lombok Post
Metropolis

Tim Penertiban Jangan Loyo

GARANG: Anggota Satpol PP Kota Mataram saat menertibkan lapak-lapak PKL di Jalan Bung Hatta, Rabu (1/6) lalu.

MATARAM – Dewan meminta tim terpadu Kota Mataram tidak loyo dalam menindak pelanggaran tata ruang. Dibutuhkan sikap tegas tanpa pandang bulu. Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram H Husni Thamrin meminta tim garang seperti saat menertibkan pedagang kaki lima (PKL) Jalan Bung Hatta.

a�?Jangan sampai ada kesan tidak berkeadilan,a�? kata politisi PPP ini.

Ia berharap dengan menertibkan pedagang kecil, juga akan dilanjutkan dengan menertibkan pelanggar besar. Seperti toko-toko yang banyak menggerus lahan parkir.

Tim yang merupakan gabungan dari beberapa instansi, seperti Dinas Tata Kota, BPMP2T, satpol PP juga TNI, Polisi dan Kejaksaan diharapkan bekerja cepat. Jika sudah didata, dipanggil untuk mencari solusi. Baru mengambil tidakan tegas.

a�?Jangan bergairah di awal, loyo di akhir,a�? ujar Thamrin.

Pendekatan persuasif perlu, tapi jika pelanggaran terus dibiarkan makan akan merembet ke sana kemari. Sehingga wajah Kota Mataram akan semakin hancur.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Samsul Bahri mengatakan, melihat kondisi Mataram yang semeraut, maka harus segera ditangani. Selain itu jangan sampai ada pilih kasih. Besar dan kecil harus diperlakukan sama.

a�?Ini pelanggaran jangan dipilah pilih. Jangan jadi momok,a�? katanya.

Dari kaca mata sosial ekonomi, masalah ini juga harus dilihat sebagai sebuah permasalahan ekonomi. Di mana masyarakat membutuhkan lahan untuk berjualan.

Tapi pelanggaran terhadap tata ruang juga harus tetap ditindak. Sebab pembangunan juga harus memperhatikan faktor keindahan dan estetika kota.

a�?Jangan ada pemahaman ini PKL, ini ruko yang jelas pelanggaran perlakuannya harus sama,a�? ujar politisi Nasdem ini.

Meski demikian, ia berharap selama puasa tidak ada aktivitas penertiban sebab bisa menganggu kekhusuan ibadah. Nanti setelah Lebaran baru dilakukan penertiban. (ili/r4) A�

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost