Lombok Post
Sumbawa

Bupati Nyatakan Perang Lawan Narkoba

BERANTAS NARKOBA: Bupati Sumbawa HM Husni Djibril ketika menyatakan perang melawan narkoba saat kampanye anti narkoba di Taman Mangga, kemarin (5/6).

SUMBAWA – Narkotika dan obat-obat terlarang (Narkoba) menjadi ancaman serius. Keberadaan barang haram itu mengancam kelangsungan pembangunan dan generasi muda.

Untuk itu, Bupati Sumbawa HM Husni Djibril menyatakan perang melawan narkoba. Keseriusan orang nomor satu di Sumbawa ini digaungkan saat kampanye anti narkoba di Taman Mangga, kemarin (5/6).

Bupati mengatakan, di Kabupaten Sumbawa sendiri ada beberapa kasus yang melibatkan generasi muda. Bahkan kasus narkoba ini cenderung meningkat.

a�?Hal tersebut membuat daerah kita saat ini berstatus darurat narkoba,a�? kata Bupati, kemarin.

Agar peredaran dan penyalahgunaan narkoba dapat dipersempit, bupati meminta, seluruh komponen masyarakat harus bersatu memerangi peredaran gelap narkoba ini.

Caranya dengan meningkatkan kepedulian bersama terhadap lingkungan sekitar.

a�?Saya bersama Wakil Bupati Sumbawa menyatakan perang melawan narkoba. Pemberantasan narkoban ini harus selalu kita gemakan bersama,a�? tegasnya.

Bupati meminta masyarakat pro aktif. Laporkan jika menemukan adanya peredaran narkoba.

a�?Saya berkomitmen, jika ada aparatur pemerintah daerah, guru, kepala desa, perangkat desa yang terbukti terlibat narkoba, bisa dipecat,a�? tegasnya lagi.

Sementara, Ketua BNK Sumbawa H Mahmud Abdullah mengatakan, peringatan hari anti narkotika internasional atau yang biasa disingkat dengan HANI sebenarnya jatuh pada setiap tanggal 26 juni setiap tahun. Namun karena bulan Ramadan sehingga kegiatan dimajukan.

Pria yang menjabat Wabup Sumbawa ini menjelaskan, hasil penelitian menyebutkan jumlah pengguna narkoba mencapai 1,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Jika dituangkan dalam angka mencapai 3,2 juta orang.

a�?Angka kematian pecandu narkoba 1,5 persen per tahun atau 15.000 orang per tahun atau 45 orang mati per hari,a�? sebutnya. a�?Sementara, biaya ekonomi terbesar adalah untuk membeli dan mengkonsumsi narkoba sebesar Rp 11,5 triliun per tahun,a�? sambungnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, sebelumnya BNK telah melaksanakan tes urine bagi pegawai eselon II sebanyak 34 orang. Hasilnya, pegawai yang diambil urine negatif semua.

a�?Tes urine ini dilaksanakan secara berkala dan menyasar seluruh pegawai dari tingkat kabupaten sampai tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa,a�? pungkasnya.

Kampanye anti narkoba ini dirangkaian dengan jalan sehat. Kegiatan ini diikuti Bupati Sumbawa HM Husni Djibril, A�Wakil Bupati Sumbawa HMahmud Abdullah, Ketua DPRD Sumbawa L Budi Suryata, Wakil Ketua DPRD Sumbawa, A�A Rahman Alamudy, dan Kamaluddin, Sekda Sumbawa H Rasyidi.

Selain itu, hadir pula Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad, serta seluruh kepala SKPD lingkup Pemkab Sumbawa dan ribuan masyarakat Sumbawa. (jar/run/r1)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya