Lombok Post
Metropolis

Husni: Kami Sudah Beri Keterangan

Husnul Fauzi
Kadis Pertanian dan TPH NTB H Husnul Fauzi

MATARAM – Kepala Dinas Pertanian (Distan) NTB Husni Fahri mengaku sudah memberikan keterangan pada kejaksaan perihal dugaan penyimpangan untuk pengadaan vertical dryer tahun 2015.

a�?Sebenarnya, sejak akhir 2015 kita sudah sampaikan ke kejaksaan soal itu,a�? kata Husni.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB telah membentuk tim untuk mengusut dugaan korupsi pengadaan vertical dryer (alat pengering) gabah. Tim tersebut ditunjuk langsung Kajati NTB Martono.

Mereka sudah bergerak untuk mencari dokumen-dokumen penting berkaitan dengan proyek Rp 5,6 miliar. Perkara sendiri merupakan temuan jaksa di lapangan.

Dikonfirmasi, Husni mengaku sudah mengetahui kasus tersebut sejak akhir tahun 2015. Dirinya yang baru menjabat mendapat aduan kelompok bahwa lokasi alat di Kota Mataram, tetapi gudangnya berada di Lombok Barat.

a�? Ketika ada protes dari kelompok lain, saya sudah cari tahu ternyata kelompok itu memang yang layak. Karena saya juga pendatang baru (baru menjabat) waktu tahu masalah itu dinaikkan, saya sudah atensi secara administrasi,a�? lanjutnya.

Ia mengaku sudah memanggil kelompok dan yang memberikan hak izin tanah gudang dan ternyata sudah ada surat perjanjian kelompok dengan yang memberikan izin.

a�?Itu sudah diberikan ke kejaksaan. Setelah itu ya saya anggap sudah nggak ada masalah apa-apa,a�? katanya.

Akhir tahun lalu, ia sudah memberi keterangan ke kejaksaan perihal penempatan alat dan keabsahannya.

Disinggung mengenai prosesnya yang masih bergulir di kejaksaan hingga kini, Husni mengaku belum mendapat laporan terbaru. Menurutnya, belum ada permintaan ke Distan untuk memberikan klarifikasi.

Diketahui, kejaksaan sendiri kini masih mengkaji dan mempelajari data lapangan. Jika ada indikasi yang mengarah ke tindak pidana korupsi, pihaknya akan melanjutkan ke tahap permintaan klarifikasi pejabat terkait.

Anggaran pengadaan alat pengering sendiri, diketahui berasal dari APBD. Pengadaan itu dilaksanakan dinas terkait dengan melibatkan pihak ketiga.

Khusus untuk pengadaan alat pengering ini, anggaran yang digelontorkan sekitar Rp 5,6 miliar.

Mesin pengering dibagikan kepada kelompok tani disebar ke sepuluh kota dan kabupaten. (uki/r9)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost