Headline Metropolis

Momen Memperbaiki Diri

IMG_7652

MATARAM – Mengawali Ramadan, umat Islam di Kota Mataram melaksanakan ibadah Tarawih dengan khidmat. Masjid-masjid nampak ramai dibandingkan hari biasa. Setelah Tarawih, warga melanjutkan dengan membaca Alquran bersama di masjid.

Dari pantauan Lombok Post, situasi nampak kondusif. Tidak ada gangguan berarti pada malam pertama, bunyi petasan pun tidak santer terdengar. Seperti di Masjid At-Taqwa Mataram, ratusan warga berdatangan ke sini untuk melaksanakan salat Tarawih.

Meski ada perbedaan dalam jumlah rakaat. Namun hal ini tidak mengganggu kekhusyuan jamaah. Mereka yang salat sebelas rakaat membubarkan diri dengan tertib. Sementara jamaah lain melanjutkan salat tarawih 21 rakaat.

Demikian juga dengan jamaah Ahmadiyah yang salat Tarawih di Penampungan Transito, Kelurahan Majelok Kota Mataram. Meski salat di ruangan sempit, namun warga nampak khusyuk melakukan salat Tarawih. Semua berlangsung dalam suasana tenang dan damai.

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mengatakan, Ramadan adalah kesempatan terbaik untuk membenahi diri, baik secara pribadi maupun kolektif sebagai masyarakat untuk mengarahkan semua energi ke arah yang positif. Serta meningkatkan ibadah.

a�?Fokuskan seluruh sumber daya kita ke arah yang produktif, yang baik dan membawa kemaslahatan,a�? katanya.

Ia mengharapkan di bulan Ramadan ini NTB akan menjadi lebih baik. Tapi NTB akan baik bila warga yang ada di dalamnya baik. Dan akan semakin baik bila seluruh umat mampu memanfaatkan ramadan untuk berbuat lebih baik. Pekerjaan yang sia-sia, menggunjing, saling menjatuhkan, mendeskriditkan orang lain harus ditinggalkan.

a�?Saling mencintai, saling menyokong saling dukung, karena hanya dengan itulah NTB bisa maju,a�? ujarnya.

Terkait perbedaan di tengah masyarakat menurutnya hal yang lumrah. Semua itu sudah diatur Allah SWT sebagai sebuah rahmat. Masyarakat harus menyikapi dengan baik. Caranya dengan mengembangkan nilai-nilai saling menghormati. Termasuk di dalam Ramadan, umat muslim sudah mengetahui betul kesucian Ramadan, perlunya toleransi selama puasa.

Tidak masalah salat Tarawih berbeda, menurutnya itulah bukti kelonggaran Islam terhadap umatnya. Bagi yang mau delapan kali boleh, yang 12 kali juga bisa. a�?Yang masalah mereka yang tidak tarawih,a�? ujarnya.

Sementara sore sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) NTB melakukan rukyatul hilal di Taman Loang Baloq untuk menentukan awal puasa. Berdasarkan hisab posisi bulan kemarin sore berada di ketinggian 4 derajat 20 menit. Tapi sayang posisi hilal tidak terlihat karena terhalang cuaca, awan tebal menyelimutu ufuk barat. (ili)

Related posts

Mencari a�?Potongana�? Surga Baru di Lombok

Redaksi Lombok Post

Kapoka�� Begal Motor Dicokok

Iklan Lombok Post

Polisi Usut Jalur TKI Ilegal

Redaksi Lombok post

Leave a Comment