Lombok Post
Metropolis

Pekerjakan Karyawan Tanpa Skill tapi Jujur

Boks
Lalu Algifari Kusuma Ningrat

Lalu Algifari Kusuma Ningrat, merupakan salah satu PNS kreatif. Dia memaksimalkan potensi dirinya dengan terjun ke dunia usaha.

***

BAGI kalangan para PNS, sosok pria ini mungkin sudah tidak asing lagi. Pembawaannya yang ramah dan low profile membuatnya mudah akrab dengan siapapun. Ia selalu hadir dalam berbagai acara mendampingi ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi. Pria kelahiran Mataram 10 Juli 1986 ini merupakan PNS yang ditugaskan menjadi ajudan Ketua DPRD Kota Mataram sejak 2012 lalu.

Sempat memiliki keinginan menjadi seorang prajurit TNI, namun jalan takdir membawa dirinya menjadi seorang PNS. Meski demikian, Fari, sapaan akrabnya, yakin apapun yang didapatkannya sekarang adalah takdir terbaik untuknya.

a�?Kalau saya sebenarnya pengen jadi TNI. Atau menjadi pengacara, sesuai jurusan saya di Fakultas Hukum Unram,a�? akunya.

Namun, keinginan sang ibu serta doanya akhirnya membawa Fari menjadi PNS. a�?Saya percaya, apapun keinginan orang tua itu pasti yang terbaik bagi anaknya,a�? jelasnya.

Menjadi seorang PNS diakui Fari merupakan sebuah pengabdian. Hidup menjadi PNS berarti harus siap hidup sederhana dan apa adanya. Karena, jika ingin menjadi kaya, PNS dikatakannya bukanlah profesi yang tepat.

Meski demikian, ia tak lantas membatasi potensi diri yang dimilikinya. Oleh karenanya, selain menjadi PNS, ia juga mencoba terjun menekuni dunia usaha di bidang jasa travel.

a�?Saya juga ingin bisa memberi manfaat bagi orang lain, akhirnya saya menekuni bidang usaha travel,a�? katanya.

Namun, ia sadar untuk membagi perannya sebagai pegawai PNS dan terjun di dunia usaha tidaklah mudah. Karena, ia sadar akan keterbatasan waktu dan kapasitas yang dimilikinya. Untuk itu, di sinilah dibutuhkan kemampuan manajemen. Ia mengaku membagi peran untuk menekuni usaha ini bersama istrinya.A� Selain itu, ia juga memberdayakan sejumlah karyawan yang membutuhkan pekerjaan.

a�?Sesuai niat awal saya, saya ingin bagaimana hidup saya ini bukan hanya untuk diri saya dan keluarga. Saya ingin hidup saya ini juga bisa memberi manfaat bagi orang lain, khususnya mereka yang tidak mampu dan memiliki keterbatasan ekonomi,a�? jelasnya.

Dua orang pekerja yang memiliki permasalahan ekonomi yang tidak mampu akhirnya direkrutnya. Meski tidak didukung skill dan kemampuan yang mumpuni, ia tidak mempermasalahkan, selama orang tersebut jujur.

a�?Yang terpenting orang itu jujur dan mau bekerja keras. Masalah dia bisa atau tidak dalam bidang pekerjaan yang ditekuni, itu bisa dilatih selama dia punya kemauan,a�? jelasnya.

Prinsip yang dipegang Fari ternyata benar. Tak butuh lama baginya mengajarkan kedua karyawannya untuk bisa mengoperasikan komputer dan bekerja di bidang jasa travel. Kian hari, usahanya ini pun kian menunjukkan hasil. Ditambah, memanfaatkan jaringan yang dimilikinya, ia mendatangkan puluhan bahkan ratusan tamu dari luar daerah yang ingin datang berwisata ke Pulau Lombok dan NTB.

a�?Beberapa tamu saya berasal dari Jakarta, Beijing, Malaysia dan yang lainnya. Ya intinya banyak-banyak jaringan kalau mau terjun ke dunia usaha,a�? jelasnya.

Seiring dengan progress yang cukup baik ditunjukkan oleh usahanya ini, Fari ingin mencoba merambah ke usaha kuliner. Rencananya, ia ingin membuka rumah makan khas Sasak dan NTB sebagai bagian dari jasa travel yang ditawarkannya.

a�?Bagi saya, di manapun kita berada, kita tidak boleh membatasi potensi diri. Saya ingin bermanfaat bagi orang lain entah itu menyumbang materi, tenaga atau pikiran. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,a�? jelas pria yang tergabung dalam Purna Paskibraka Kota Mataram dan Organisasi Bela diri Perisai Diri ini.

Fari meyakini, selama orang punya tekad untuk terus bekerja keras, selalu ada jalan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki dalam dirinya. Apapun posisinya saat ini dan di mana pun ia berada, jalan pasti selalu ada. (Hamdani wathoni/Mataram)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost