Lombok Post
Praya

Sembako Naik, Impor Jalan Keluar

MENGALAMI KENAIKAN: Inilah bawang merah yang berjejer di pasar Renteng Praya, Lombok Tengah yang mengalami kenaikan, beberapa waktu lalu.

PRAYA – Dinas Koperasi, Perindusterian dan Perdagangan (Diskoperindag) Lombok Tengah (Loteng) merilis, memasuki bulan Ramadan harga sejumlah barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

Kelak jika harga terus meningkat hingga di luar batas kewajaran, Amir menyebut jalan keluarnya adalah impor.

a�?Dari pada daya beli masyarakat turun dan harganya terus naik. Jadi, itu solusinya,a�? kata Kepala Dinas Koperindag Loteng H Amir Husen, kemarin.

Kenaikan harga sembako yang dimaksud meliputi, gula pasir, ikan asin, ikan laut segar hingga dan daging sapi.

a�?Kenaikan berlaku juga pada sayur mayur seperti, kentang, tomat, wortel, buncis dan kol,a�? ujarnya.

a�?Untuk kebutuhan sembako yang lain-lain, Insya Allah sementara waktu aman, tidak ada kenaikan. Tapi, kami tetap menyiapkan langkah antisipasi,a�? lanjut Amir.

Sejauh ini, kata Amir daya beli masyarakat masih normal, kenaikan yang terjadi bisa dijangkau. Namun, jika kenaikannya melonjak tinggi, apalagi kebutuhan yang dimaksud langka di pasaran, maka tidak ada jalan keluar lain. Kecuali, melaksanakan kebijakan impor secara besar-besaran.

Kebijakan itu, diakuinya bukan berarti mematikan pengusaha atau petani lokal. Melainkan, menjaga daya beli masyarakat.

Sisanya, akan dilaksanakan operasi pasarA� di 12 kecamatan di seluruh Gumi Tatas Tuhu Trasna secara bergiliran. a�?Dua kebijakan itu, yang akan kita siapkan,a�? kata Amir.

Dari pengalaman puasa Ramadan tahun-tahun sebelumnya, tambah Amir pemerintah mau tidak mau akan melakukan intervensi harga pasar.

a�?Bawang merah yang kami jual ini, kebanyakan didatangkan dari Pulau Sumbawa.Sedangkan, bawang putihnya dari China,a�? kata salah satu pedagang bawang di Pasar Renteng Praya Hasyim, terpisah.

Diakuinya, harga bawang lokal lebih mahal, dari pada bawang impor. Sehingga, warga pun kebanyakan membeli yang harga murah saja.

Contohnya, bawang putih impor dihargai Rp 18.000 per kilo. Sedangkan, bawang putih lokal Rp 45.000 per kilo.

a�?Dari pada langka dipasaran, bawang asal mana pun kita jual,a�? ujarnya.(dss/r3)

Berita Lainnya

Tiga Kios Warga Hangus Terbakar

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Loteng Susun Regulasi Pendidikan Inklusi

Redaksi LombokPost

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost

150 Pendaki Jajal Jalur Aik Berik

Redaksi LombokPost

BPK Periksa 10 Desa di Loteng

Redaksi LombokPost