Lombok Post
Headline Metropolis

Listrik NTB Semakin Kritis

PEMBANGKIT: Inilah PLTU Jeranjang yang merupakan salah satu sumber listrik utama untuk Pulau Lombok.

MATARAM – Kondisi kelistrikan di NTB semakin kritis. Ini disebabkan beban puncak yang meningkat setelah memasuki bulan Ramadan. Sementara, surplus daya yang tersedia sangat terbatas.

a�?Sampai saat ini masih ada surplus daya tetapi memang terbatas,a�? kata juru bicara PLN Wilayah NTB Fitriah Adriana kepada Lombok Post, kemarin (6/6).

Dijelaskan, ketersediaan daya listrik untuk Pulau Lombok terbilang menipis untuk saat ini yakni hanya 215,6 MW. Pasalnya, ada beberapa pembangkit sewa yang masih dalam masa pemeliharaan.

Sementara, beban puncak sendiri pada umumnya berkisar antara 207 MW. Namun, memasuki awal Ramadan, beban puncak mengalami peningkatan hingga 211,6 MW.

a�?Jadi, saat tarawih pertama semalam, kenaikan beban puncak mencapai 3-4 MW,a�? jelasnya.

Artinya, surplus listrik yang tersedia pun hanya tersisa sekitar 4 MW. Sementara, beban puncak juga diperkirakan akan kembali mengalami peningkatan signifikan selama bulan Ramadan ini.

a�?Karena selama Ramadan kan penggunaan listrik di masjid juga cenderung lebih meningkat. Penggunaan listrik masyarakat di malam hari lebih banyak selama bulan puasa,a�? papar Fitriah.

Diharapkan, pemeliharaan beberapa mesin pembangkit sewaan bisa selesai dalam waktu dekat. Sehingga, menambah surplus daya untuk mengantisipasi jika terjadi peningkatan beban puncak.

Sementara, selama Ramadan sendiri PLN mengaku tidak ada rencana melakukan pemadaman malam hari yang disebabkan kekurangan daya. Pemadaman kemungkinan hanya dilakukan di siang hari untuk pemeliharaan mesin.

a�?Jadi, kalau besok tiba-tiba listrik padam di malam hari, itu berarti ada gangguan sistem sebagaimana yang sempat terjadi beberapa hari terakhir sebelum memasuki Ramadan. Jadi itu insidentil alias tidak terencana,a�? jelasnya.

Menanggapi kondisi kelistrikan yang kritis, Asisten II NTB Lalu Gita Aryadi mengaku sudah berkoordinasi pula dengan PLN, khususnya membahas kestabilan listrik selama Ramadan.

Ia sudah mengimbau perusahaan berplat merah itu untuk melakukan pemeliharaan mesin jauh hari agar seluruh mesin pembangkit bisa bekerja maksimal selama bulan suci ini.

a�?Tentu kita semua berharap agar kegiatan masyarakat, terutama kegiatan keagamaan dan ibadah selama Ramadan ini tidak terganggu oleh pemadaman listrik,a�? kata Gita. (uki/r9)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost