Lombok Post
Giri Menang Headline

Pak Bupati, Jangan Poco-Poco!

SULHAN MUCHLIS IBRAHIM
Wakil Ketua DPRD Lobar SULHAN MUCHLIS IBRAHIM

GIRI MENANG – Pertumbuhan ekonomi Lombok Barat yang tidak berbanding lurus dengan performa pendapatan daerah selama 2015.

Ini lantas menjadi sorotan kalangan dewan. Bahkan, DPRD Lombok Barat menganggap terjadi anomali di sektor keuangan Pemkab Lobar.

Wakil Ketua DPRD Lobar Sulhan Muchlis Ibrahim mengatakan, selama kurun waktu 2015, pertumbuhan ekonomi Lobar mencapai 5,46 persen.

Namun anehnya, raihan pendapatan asli daerah (PAD) hanya mampu bertambah Rp 2 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya.

a�?Kenaikannya hanya Rp 2 miliar, padahal perekonomian tumbuh lebih dari lima persen,a�? kata Sulhan saat pembahasan nota perhitungan keuangan Pemkab Lobar 2015, di ruang sidang DPRD Lobar, Senin (6/6).

Ketidaksinkronan juga terjadi pada item-item di dalam PAD Lobar selama 2015. Misalnya saja, terjadi penurunan realisasi pendapatan retribusi, dari target Rp 23,4 miliar, hanya bisa direalisasikan Rp 20,6 miliar.

Di sisi lain terjadi kenaikan terhadap upah pungut yang diberikan kepada petugas pemungutan pajak dan retribusi daerah.

a�?Aneh kan, realisasi menurun, tapi upah pungut naik hampir Rp 700 juta,a�? ungkap Sulhan.

Tak sampai di sana. Sulhan mempertanyakan retribusi izin mendirikan bangunan (IMB) selama tahun lalu. Dimana terdapat kekurangan mencapai Rp 2 miliar dari realisasi di 2014.

Padahal, pertumbuhan konstruksi di Lobar mencapai 13 persen, dan pertumbuhan perumahan (real estate) mencapai 10 persen selama 2015.

a�?Bagaimana bisa banyak dibangun perumahan baru, tapi IMB kita hilang Rp 2 miliar,a�? tanya Sulhan.

Anggota DPRD Lobar lainnya, Indra Jaya Usman mengatakan, keanehan data keuangan Lobar tidak berhenti di sana.

Kata pria yang akrab disapa IJU ini, pendapatan dari pajak hotel mengalami penurunan. Anehnya, jumlah wisatawan yang mengunjungi Lobar meningkat mencapai 400 ribu lebih.

a�?Itu wisatawan memang nginap di mana semua? Apa mereka semua punya keluarga di Lobar ini, sampai tidak tinggal di hotel-hotel kita,a�? kata IJU dengan nada heran.

Menurut IJU, pertumbuhan yang terjadi, seharusnya berbanding lurus dengan pendapatan daerah. Bukan sebaliknya, tumbuh tapi pendapatan daerah stagnan, bahkan cenderung menurun.

Selain itu, apa yang ditunjukkan melalui data nota keuangan, memperlihatkan performa penurunan kinerja dari berbagai SKPD. Karena itu perlu segera dilakukan penyegaran di jajaran birokrat Lobar.

a�?Sudah saatnya kita berbicara profesionalisme,a�? tegas IJU.

Ketua Komisi IV DPRD Lobar Munawir Haris tak ingin ketinggalan. Menurut dia, Bupati maupun Sekda tidak perlu paranoid dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Jangan pula memikirkan pejabat ini orangnya siapa.

a�?Lihat provinsi itu, berani mutasi besar-besaran. Jangan takut kadis ini orangnya ini. Kita berbicara Lombok Barat secara keseluruhan, kalau jelek, ya diganti,a�? ujarnya.

Senada dengan Munawir. Sulhan mengatakan, siapapun yang memberikan dampak negatif bagi Lombok Barat harus segera di evaluasi.

a�?Bupati jangan a�?poco-pocoa��,A� langkah kiri kanan, maju mundur. Harus tegas, jangan takut dengan irisan-irisan pejabat lama,a�? kritiknya.

Sulhan melanjutkan, langkah dewan akan tetap melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi kepada Bupati dan Sekda.

a�?Tapi ini kan belum ada ujungnya, banyak SKPD yang tidak hadir pada pembahasan ini, jadi kita lanjut kembali besok (Hari ini, Red),a�? kata Sulhan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Lombok Barat Mochammad Taufiq mengatakan, apa yang saat ini menjadi temuan dewan, telah menjadi bahasan pihaknya beserta jajaran SKPD.

Dia mengaku terus mengevaluasi dan mencari formula terbaik untuk capaian PAD yang baik di tahun ini.

a�?Kita berharap PAD bisa terealisasi 95 persen, kalau di bawah ini akan mengganggu fiskal kita,a�? tandasnya Taufiq. (dit/r6)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost