Lombok Post
Headline Sumbawa

Residivis Pembunuhan Cabuli Bocah Enam Tahun

KORBAN PENCABULAN: Bunga (kiri) saat dibawa ke Dinas Sosial oleh Ketua LPA Sumbawa (tengah), kemarin (6/6).

SUMBAWA – Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sumbawa. Kali ini, A�korbannya Bunga (nama samaran) bocah berusia enam tahun.

Kasus pencabulan ini terjadi di kebun depan Terminal Sumer Payung, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Minggu (5/6).

Saat itu, korban yang tengah berkunjung ke rumah keluarganya A�bertemu dengan pelaku berinisial Kh, 45 tahun. A�Informasinya, Kh ini residivis kasus pembunuhan.

Saat itu, situasi sedang sepi dan korban tengah jalan sendirian. Kemudian, pelaku mendekati korban dan membujuk korbanA� memegang (maaf) kemaluannya. Merasa takut korban menuruti permintaan pelaku.

Usai mencabuli korban, pelaku meninggalkan lokasi. Lalu, menyuruh korban pulang. Setiba di rumah, korban menceritakan kepada bibinya. Mendengar cerita itu, bibi dan keluarga terkejut bercampur emosi.

Kasus pencabulan ini menyebar cepat. Warga pun mencari pelaku. Saat menemukan pelaku, warga ramai-ramai menghakimi. Untungnya, polisi bergerak cepat ke di lokasi dan mengamankan pelaku.

Keberatan dengan ulah pelaku, orang tua korban melapor ke Polres Sumbawa, kemarin (6/6). Kasubaghumas Polres Sumbawa Iptu Waluyo membenarkan adanya laporan tersebut.

Saat ini kasus dugaan pencabulan tersebut sedang ditangani di bagian PPA Reskrim Polres Sumbawa. a�?Pelaku saat ini sudah diamankan,a�? katanya, kemarin.

Sementara, Ketua LPA Sumbawa Fatriaturrahma mengatakan, bahwa pihaknya akan membawa korban ke Dinas Sosial Sumbawa.

a�?Kami akan pulihkan kondisi psikis korban terlebih dahulu,a�? katanyaA� di Polres Sumbawa.

Ia menduga korban pencabulan dua orang. Salah satu korbannya bocah SD yang tinggal di Desa Karang Dima. Pihaknya juga sudah melakukan konseling terhadap korban lainnya.

Menurut pengakuan Melati (nama samaran), dirinya sudah tiga kali dicabuli pelaku.

a�?Korban (Melati) tidak mengalamai trauma. Sementara Bunga mengalami trauma ringan. A�Bunga masih mengingat wajah pelaku saat tidur. Itu yang membuat Bunga pusing,a�? tandasnya. (run/r1)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost