Headline Selong

Ridwan Bajri Diperiksa Kejaksaan

sd7

SELONGA�– Wakil Ketua DPRD Lombok Timur (Lotim) Ridwan Bajri memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Selong, kemarin. Kedatangannya untuk memberikan keterangan terkait dugaan penyimpangan anggaran pembangunan SDN 7 Terara.

a�?Datangnya tadi, sekitar jam 10,a�? kata Kasi Pidsus Kejari Selong Iwan Gustiawan.

Namun demikian kejaksaan masih enggan mempublikasikan keterkaitan Ridwan dalam kasus itu. Yang pasti, semua yang dipanggil, termasuk politisi PAN tersebut dianggap memiliki hubungan. a�?Kaitannya apa, itu yang sedang dicari,a�? jawab Iwan.

Bajri yang pekan lalu tak bisa hadir, sebenarnya belum menerima panggilan kedua. Namun dia sebelumnya menegaskan begitu pulih dari sakit yang dideritanya akan langsung memberi keterangan.

a�?Sebagai waga negara yang baik, saya akan datang sendiri,a�? katanya dalam wawancara akhir pekan lalu.

Dalam kesempatan itu, ia pribadi mengaku tak tahu apa keperluan dirinya dipanggil. Pasalnya ia merasa tak ada kaitan dengan sekolah tersebut. Hingga 12.00 Wita, ia masih terus menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan. Sayangnya, ketika sorot kamera sejumlah awak media mulai mengambil gambar, pintu ruang pemeriksaan langsung ditutup.

Kepala Unit UPTD Dikpora Terara H Sabarudin yang sebelumnya enggan berkomentar banyak mengenai hal ini, kemarin angkat bicara. Menurutnya apa yang disampaikan Bajri pada media (baca Lombok Post edisi kemarin) tidak benar.

a�?Dia yang mencaplok, merampas kerja orang,a�? katanya.

Dia kesal dengan pembelaan Bajri yang seolah cuci tangan dalam masalah tersebut.A� Padahal sedari awal ia sudah terlibat sebagai pihak yang mengerjakan proyek.

a�?Kalau duit nomer satu,a�? sindirnya.

Dia juga kesal lantaran proyek sekolah tersebut juga tak banyak capaian di bawah pengerjaan Bajri.A� Menurutnya baru mencapai 42,66 persen proyek sudah ditinggalkan si anggota dewan. Pelaksana Kepala Sekolah SDN 7 Terara itu mengistilahkan a�?Telur Bebeka�? untuk hasil yang dicapai dalam proyek tersebut. Menurutnya, Ridwan Bajri adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas penggunaan uang negara yang A�diduga A�tak tepat sasaran tersebut.

Masih menurut Sabarudin, kondisi sekolah yang kini sudah mantap fisiknya tak lepas dari intervensinya. Dia pribadi banyak mengeluarkan uang agar proyek itu bisa rampung.a�?Berbohong adalah raja segala kejahatan,a�? katanya menutup pembicaraan. (yuk/r3)

Related posts

Akui Kesalahan, Tidak Bela Diri, Pilih Langsung Bayar

Redaksi Lombok post

Akhirnya, TNGR Mulai Beraksi

Iklan Lombok Post

Warga Bima Rayakan Natal dalam Suasana Banjir

Redaksi Lombok post

Leave a Comment