Tanjung

Buat Imbauan, Toga Ceramahi Langsung Pedagang Petasan

BOKS TOMA

Kekhusyukan ibadah puasa tidak jarang terganggu. Seperti karena petasan dan balap liar yang dilakukan oknum-oknum tertentu. Untuk menjaga kenyamanan umat muslim menjalankan ibadah puasa selama Ramadan, tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat di Kecamatan Pemenang membuat terobosan.

***

TIDAKA�bisa dipungkiri setiap memasuki bulan Ramadan, keberadaan pedagang kembang api di Lombok Utara pasti menjamur. Bahkan dari sejumlah pedagang tersebut, ada beberapa yang nekat menjual petasan.

Kondisi inilah yang menjadi salah satu sorotan toga dan toma di Kecamatan Pemenang. Mereka yang tergabung dalam tim pengamanan puasa Ramadan wilayah Pemenang pun menggelar silaturahmi langsung ke pedagang-pedagang kembang api dan petasan tersebut.

Satu persatu pedagang petasan diajak berkomunikasi sambil memberikan surat edaran. Surat imbauan bernomor 001/TIM.SPR/2016 yangA� salah satunya berisi larangan menjual petasan. “Kita tidak ingin ibadah pada bulan Ramadan terganggu dengan bunyi petasan yang dijual pedagang ini, mari sama-sama kita mengajak semua lapisan masyarakat agar melaksanakan ibadah puasa dengan aman dan nyaman,” ungkap Ketua Tim Silaturrahmi dan Pengamanan Puasa Ramadan Kecamatan Pemenang TGH. L. Mukhsin Muhtar kepada wartawan.

Dijelaskan, silaturahmi yang dilakukan ini tidak lantas mengambil petasan yang dijual pedagang. Pihaknya dalam kesempatan pertama aksi tersebut hanya menyambangi para pedagang, memberikan pemahaman alasan-alasan untuk larangan menjual petasan. Langkah pendekatan seperti ini dilakukan sebagai upaya memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk menghargai aktivitas ibadah di bulan Ramadan.

“Kita berkordinasi juga denganA� kepolisian, pemerintah dusun hingga kecamatan dengan maksud agar sama-sama mendorong masyarakat menciptakan upaya kenyamanan dan kemananan di bulan ramadhan, ketika surat edaran yang kami berikan tidak digubris maka kami serahkan kepada aparat kepolisian untuk menyita barang dagangan para pedagang ini,” tandasnya.

Surat edaran yang dikeluarkan berisi tentang masyarakat tidak diperkenankan menjual dan membunyikan petasan, masyarakat tidak diperkenankan membuka warung makan pada siang hari. Masyarakat juga tidak diperkenankan mengonsumsi minuman keras, masyarakat tidak diperkenankan menggelar balap liar.

Selain itu, masyarakat tidak diperkenankan menggunakan pengeras suara selama tadarus di atas pukul 00.00 Wita. “Setelah edaran ini kita sampaikan, kita juga akan lakukan sidak langsung nantinya,” pungkasnya. (Pujo Nugroho/Tanjung)

Related posts

Bupati Asmat Datang Langsung ke KLU Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Polisi Bagikan Vitamin ke Pengendara

Redaksi Lombok post

Akses Jalan di Gili Akan Diperlebar

Redaksi LombokPost

Leave a Comment