Lombok Post
Metropolis

Kapal Pembangkit Listrik Terkendala Izin

MATARAM – Kapal pembangkit listrik atau diistilahkan Marine Vessel Power Plant (MVPP) diprediksi batal mendarat di perairan Lombok tahun ini. MVPP berkapasitas 1×60 MW itu diprediksi baru tiba awal tahun 2017.

a�?Rencananya, memang tahun ini tiba di Lombok. Tetapi ada perubahan lagi,a�? kata juru bicara PT PLN Wilayah NTB Fitriah Adriana.

Diketahui, MVPP sendiri rencananya didatangkan ke Lombok untuk menambah pasokan daya listrik di daerah ini yang kian kritis.

Kapal pembangkit listrik buatan Turki itu awalnya dijadwalkan mulai beroperasi di Lombok pada Oktober mendatang dan ditempatkan di perairan Jeranjang.

Molornya kedatangan MVPP, menurutnya, disebabkan terkendala perizinan. Masih ada beberapa perizinan yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebagai syarat kapal tersebut bisa menepi di perairan Lombok.

a�?Termasuk, misalnya, syarat izin laut dan dermaga itu kan semua harus dilengkapi dulu,a�? jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, kondisi kelistrikan di NTB semakin kritis. Ini disebabkan beban puncak yang meningkat setelah memasuki bulan Ramadan. Sementara, surplus daya yang tersedia sangat terbatas.

Untuk saat ini, daya yang tersedia sebesar hanya 215,6 MW. Pasalnya, ada beberapa pembangkit sewa yang masih dalam masa pemeliharaan. Sementara, beban puncak terakhir mencapai sekitar 211,6 MW.

Sehingga, hanya ada surplus 4 MW. Di tengah kondisi kelistrikan yang kritis itu, PLN mengaku sudah menyiapkan alternatif tambahan daya lain.

Kendati kapal pembangkit listrik molor tibanya, PLN tetap dengan rencananya akan membangunA� pembangkit listrik Mobile Power Plant kapasitas 50 MW di Jeranjang yang ditargetkan selesai pada Juni 2016.

Pembangkit tambahan ini diharapkan bisa menunjang ketersediaan daya listrik di NTB, khususnya begitu memasuki perhelatan MTQ tingkat nasional mendatang.

a�?Kalau untuk MTQ, kita pastikan sudah tersedia tambahan daya 50 MW. Jadi, tidak perlu khawatir meski pun kapal pembangkit listriknya terlambat tiba,a�? kata Fitriah. (uki/r9)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost