Lombok Post
Headline Tanjung

Pemprov Nggak Tanggung Jawab!

Sisa
Jadi Tontotan: Wisatawan mancanegara melihat puing-puing sisa penertiban bangunan di atas lahan aset Pemprov NTB di Gili Air.

TANJUNGA�– Komisi II DPRD Lombok Utara meminta Pemprov NTB tidak lepas tangan. Ini terkait penertiban asetnya yang berada di Gili Air, beberapa waktu lalu. Pasalnya, sisa pembongkaran belum dibersihkan oleh Pemprov NTB.

Ketua Komisi II DPRD Lombok Utara Tusen Lasima mengatakan, Gili Air merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak diminati wisatawan lokal maupun mancanegara. “Sangat menyayangkan jika sampah sisa pembongkaran itu masih berserakan sampai saat ini,” tandasnya.

Ditambahkan, wisatawan yang datang ke Gili Air ingin menikmati keindahan wisata bahari. Bukan sisa-sisa puing bangunan yang kini menjadi sampah.

Menurut Tusen, semestinya Pemprov paham akan hal ini. Pasalnya, Pemprov yang membongkar beberapa bangunan dan konsekuensinya tentu harus membersihkan sisa pembongkaran tersebut. Namun, kenyataanya yang terjadi pihak desa masih mengeluh terkait sampah tersebut dan mengaku tidak ada aktivitas pembersihan apapun di lokasi. “Jangan lepas tanggung jawab ya,” ujar Tusen mengingatkan.

Tusen menjelaskan, hal ini tentu sangat berdampak bagi wisatawan yang ada di sana. Terlebih jika rongsokan tersebut masih saja dibiarkan pada saat high season nanti. Maka citra pariwisata Gili Air juga akan terkena imbas. “Wisatawan datang itu untuk berlibur. Mereka tidak mau tahu kenapa kondisi menjadi kumuh, mereka maunya bersih,” tandas politisi PDIP ini.

Sebagai langkah penyelesaian, Tusen menyarankan Pemprov segera berkoordinasi dengan pemilik bangunan sebelumnya. Jangan sampai nanti ada miskomunikasi antara Pemprov dan pemilik bangunan sehingga menimbulkan masalah baru.

Untuk diketahui, Pemerintah Desa Gili Indah sejatinya sudah jengah lantaran bekas pembongkaran itu masih berserakan. Terlebih, dengan tidak adanya aktivitas pembersihan membuat pihak desa makin geram.

Tidak hanya pihak Desa, saat ini juga telah terdapat beberapa wisman yang mengeluhkan terkait sampah tersebut. Oleh sebab itu, rencananya pihak desa akan melakukan hearing ke pemkab terkait persoalan ini. (puj/r9)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost