Lombok Post
Metropolis

Gelombang Mulai Normal

KORBAN GELOMBANG: Soleh, salah seorang warga Bagek Kembar kemarin malam menunjukkan salah satu rumah yang rusak akibat diterjang gelombang pasang beberapa waktu lalu.

MATARAM – Kondisi gelombng di pantai Ampenan mulai normal. Dari pantauan Lombok Post, kemarin malam, puluhan warga Bagek Kembar yang semula tinggal di tenda pengungsian sudah mulai kembali ke rumahnya.

“Alhamdulillah, kemarin sore sudah dapat bantuan sembako dari Disosnakertans. Gelombang juga sekarang sudah tidak terlalu besar, tapi saya masih belum berani balik ke rumah. Takut gelombangnya nanti tiba-tiba datang, makanya saya tinggal di tenda sendirian,” kata Soleh, salah seorang warga kepada Lombok Post.

Bantuan yang diterima berupa beras, biskuit, serta beberapa kebutuhan pokok lainnya. Ia mengaku bantuan tersebut sangat berati bagi dirinya dan warga.

Mengingat hampir dua minggu lebih sejak gelombang pasang datang, para nelayan kehilangan pekerjaannya. Sehingga biaya untuk makan dan minum sehari-hari terpaksa ditutupi dengan hasil berhutang.

Akibat gelombang pasang, diceritakan Soleh lima rumah warga rusak parah. Sedangkan beberapa lainnya hanya kemasukan air dan pasir.

Kepala Disosnakertrans Kota Mataram H Ahsanul Khalik menjelaskan, bantuan sembako kepada warga merupakan upaya tindak lanjut dari pemerintah. Tujuannya membantu warga mengatasi persoalannya dalam jangka pendek.

“Bantuan ini kita harapkan bisa dimanfaatkan sampai mereka melautnya normal,” kata Khalik.

Sedang untuk bicara jangka panjang, Disosnaketrans hanya bisa memberikan saran agar relokasi perumahan para nelayan ini bisa dilakukan oleh SKPD terkait. Dalam hal ini Dinas PU. Namun, tentu juga lokasi relokasi nanti tidak jauh dari pesisir.

“Karena profesi mereka yang sebagai nelayan menjadi perhatian dan pertimbangan utama,” kata dia.

Sedang dari Dinas Pertanian, Kelautan dan Perternakan (DPKP) bisa melakukan pembinaan dan pendampingan untuk pengelolaan hasil tangkapan ikan. Termasuk juga pengelolaan ekonomi keluarganya.

Sehingga pada saat kejadian seperti ini para keluarga nelayan diharapkan masih punya simpanan untuk tetap bertahan hidup.

“Jadi tidak habis begitu saja. Akibatnya pada saat kejadian air pasang mereka hanya mengandalkan bantuan,” terangnya. (ton/r6)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost