Lombok Post
Praya

PNS Diharuskan Salat Berjamaah di Masjid Agung

SALAT BERJAMAAH: Inilah para abdi negara lingkup Pemkab, di Lombok Tengah saat melaksanakan salat zuhur berjamaah di masjid Agung, Praya kemarin.

Pada bulan Ramadan tahun ini, para abdi negara di lingkup Pemkab, diharuskan melaksanakan salat zuhur berjamaah di masjid Agung. Tahun sebelumnya, sebatas imbauan saja.

***

ADA yang berbeda dalam penerapan kebijakan pemerintah di Lombok Tengah (Loteng) selama bulan Ramadan tahun ini.

Mereka mewajibkan seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemkab dan SKPD lingkar Masjid Agung Praya, untuk salat berjamaah di masjid terbesar di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu.

Sedangkan, mereka yang jauh dari Masjid Agung, wajib melaksanakan kegiatan yang sama, di musala atau masjid di kantornya masing-masing.

Kebijakan tersebut, menjadi keharusan. Sehingga, tidak boleh dilanggar. Kecuali, dengan alasan yang tak bisa ditinggalkan.

Waktu salat zuhur berjamaah pun, sudah diatur dalam surat edaran bupati. Mereka harus meninggalkan tempat duduk masing-masing pada pukul 12.00 Wita.

Mereka diberikan waktu selama 30 menit untuk beribadah. Selanjutnya, masuk kantor pukul 12.30 Wita, hingga pukul 15.00 Wita.

Harapan hasil dari kebijakan bupati tersebut yaitu, bagaimana para abdi negara itu, mengintropeksi diri masing-masing, terhadap tugas dan fungsi yang mereka laksanakan selama ini.

Jika merasa kurang dan tidak maksimal, agar diperbaiki. Sebaliknya, jika sudah optimal, maka harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan lagi. Bukan malah mundur.

Selain itu, sebagai wahana silaturahmi seluruh pegawai. Termasuk, mengurangi jarak antara pimpinan dan bawahan. Yang tidak kalah pentingnya, menambah pahala di puasa Ramadan. Dengan harapan, ibadah puasa yang dijalakan di terima disisi Allah SWT.

a�?Tolong ini diperhatikan dan dilaksanakan,a�? ujar Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri.

Bedanya dengan puasa Ramadan tahun lalu atau sebelum-sebelumnya, kata Pathul pemerintah hanya mengeluarkan seruan atau imbuan.

Sekarang, diharuskan. Jika itu dijalankan dengan maksimal, maka kegiatan positif tersebut, bisa menjadi contoh bagi masyarakat sehingga seluruh masjid di Loteng semakin sejahtera.

Bila perlu, Pathul, mereka menyempatkan beberapa menit saja, untuk membaca Alquran. Seperti, tradisi tahunan yang dijalankan pejabat dan pegawai, di lingkup Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan ESDM di musala kantornya.

Kegiatan itu, bukan berarti mengesampingkan pelayanan birokrasi. Tapi, sebagai bahan intropeksi diri saja.

a�?Alhamdulillah, di masjid Agung kami sudah tata bersih dan cantik. Kami juga menyiapkan tumpukan Alquran, untuk dibaca. Mari perbayak ibadah di puasa Ramadan,a�? sambung Ketua Yayasan masjid Agung, yang juga Sekda Loteng HL Supardan.

Di rumah Allah itu, setiap sorenya digelar pengajian, yang diisi para tuan guru secara bergiliran. Kegiatan yang sama pula di masjid Jamia�� Praya.

Dua masjid di pusat Kota Praya itu pun dijamin keamanan dan kenyamanannya, karena aparat menjaga secara khusus.

a�?Tanpa diminta pun, kalau niatnya untuk beribadah, maka pasti mereka akan berbondong-bondong menuju masjid Agung,a�? tambah Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng Lalu Herdan. (Bersambung/Dedi Shopan Shopian/Lombok Tengah/r3)

Berita Lainnya

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost