Lombok Post
Giri Menang Headline

Robi Dituntut Minta Maaf

Robijono Prastijanto
Robijono Prastijanto

GIRI MENANG Walk Out (WO) nya Asisten II Setda Lombok Barat Robijono Prastijanto berbuntut panjang. Dewan menuntut Robi meminta maaf langsung ke lembaga terhormat ini.

Tak hanya itu, DPRD Lobar bahkan melarang Asisten II untuk datang menginjakkan kaki di kantor dewan.

Ketua Komisi IV DPRD Lobar Munawir Haris mengatakan, sikap tidak etis yang ditunjukkan pejabat eksekutif, telah melecehkan lembaga DPRD Lobar.

Sejumlah anggota dewan pun sepakat menuntut tiga hal kepada Bupati dan Asisten II, sebelum pembahasan nota keuangan bisa dilanjutkan.

Pertama, dewan meminta Asisten II untuk meminta maaf atas perbuatan tidak terpujinya dengan meninggalkan rapat resmi.

Kedua, lanjut Munawir, dewan tidak ingin Bupati maupun Sekda Lobar diwakili Asisten II selama rapat dengan dewan. Tuntutan terakhir meminta Robijono untuk di nonjob dari jabatan Asisten II.

a�?Ini pertama kali terjadi dalam sejarah. Ada eksekutif yang main keluar saat rapat resmi dengan dewan,a�? kata Munawir.

Menurut dia, fungsi pengawasan terhadap hak budgeting yang dijalankan dewan harus dihormati. Apa yang dilakukan sejumlah anggota dewan mempertanyakan capaian retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) merupakan hal yang wajar.

a�?Itu kan tugas dan fungsi dari asisten II, kita tanyakan kepada yang bersangkutan. Kalau dijawab tidak tahu dan langsung tinggalkan tempat, kita harus tanya ke siapa,a�? kritik dia.

Aksi WO Asisten II dalam rapat pembahasan nota keuangan 2015, langsung ditanggapi Bupati Lobar Fauzan Khalid. Sekitar pukul 13.00 Wita, Bupati datang ke gedung dewan untuk meluruskan persoalan tersebut.

Usai pertemuan dengan sejumlah anggota dewan, Fauzan mengatakan masih belum ada titik temu antara eksekutif dengan legislatif.

Namun secara umum, baik dewan dan eksekutif sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini.

a�?Belum clear. Tapi masing-masing sudah komit untuk segera menyelesaikan persoalan ini,a�? kata Fauzan, Rabu (8/6).

Disinggung mengenai aksi WO Asisten II, Fauzan menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan. Salah. Pasalnya, rapat yang dilakukan merupakan rapat resmi melalui lembaga dewan. a�?Salah kalau itu. Bupati saja tidak boleh main keluar begitu saja,a�? ujarnya.

Meski demikian, Fauzan meminta setiap orang dapat berlaku bijak. Memahami posisi Asisten II saat itu. a�?Harus juga memahami psikologis orang saat berpuasa,a�? sambung Fauzan.

Terlepas dari itu, Fauzan tetap berharap mentok-nya pembahasan nota keuangan, tidak berimbas di rencana lainnya. Seperti pembahasan APBD Perubahan 2016 ini. a�?Semoga tidak mempengaruhi rencana besar lain,a�? tandasnya.(dit/r6)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost