Lombok Post
Headline Praya

Banyak PNS Loteng Suka Keluyuran

HL SASTRAWIRYA
HL SASTRAWIRYA

PRAYA – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lombok Tengah (Loteng) mengaku banyak menerima laporan menyangkut tingkat kedisiplinan sebagian Pegawai Negeri Sipil (PNS) Loteng. Rata-rata mereka sukanya a�?keluyurana�? di jam kantor.

a�?Ada yang sibuk menjemput anaknya di sekolah dan ke pasar. Didominasi dari kalangan ibu-ibu,a�? kata Kepala BKD Loteng HL Sastrawirya, kemarin.

Aktivitas semacam itu, kata Sastrawirya hampir setiap hari dilakukan para abdi negara tersebut. Di satu sisi, pejabat dimana mereka bekerja, justru tidak memberikan tindakan apa-apa.

Menurutnya jika kebiasaan buruk seperti itu dilestarikan, maka yang rugi Pemkab dan publik. Tidak sedikit, kata Sastrawirya Pemkab mengeluarkan anggaran untuk belanja pegawai setiap tahunnya.

Di satu sisi, pegawai bersangkutan malas bekerja. Pelayanan publik pun menjadi terganggu, tidak bisa selesai dalam waktu cepat.

Untuk itulah, pihaknya menyarankan agar para ibu-ibu yang merasa dobel status sekaligus ibu rumah tangga dan PNS, segera mengajukan pensiun dini saja.

Jika tidak, maka Pemkab akan menunggu kebijakan pemerintah pusat, menyangkut rasionalisasi PNS.

a�?Kalau jemput anak atau kepasarnya sehari saja, mungkin tidak masalah. Ini setiap hari,a�? katanya sembari menggelengkan kepala.

Potret semacam itu pun membuat, pihaknya menyiapkan langkah antisipasi dini, melalui penyusunan Peraturan Bupati (Perbup), tentang kode etik Aparatur Sipil Negara (ASN), disesuaikan dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014.

Dalam aturan itu, para abdi negara terikat jam kantor, jam istirahat, jam pelayanan publik, rapat-rapat dan aktivitas birokrasi lainnya.

Perpub itu juga, tambah Sastrawirya akan menjadi senjata BKD, Satpol PP dan pihak berwenang lainnya, untuk memberikan sanksi tegas kepada pegawai malas. Di tambah, penerapan Peraturan Pemerintah (PP) 53 Tahun 2010.

a�?Draf Perbup sedang kami susun dan kami konsultasikan di bagian hukum. Insya Allah, beberapa minggu kedepan, bisa diterbitkan dan diterapkan,a�? katanya.

Sastrawirya menekankan, begitu Perbup itu diberlakukan, maka yang merasa sukanya jemput anak dan ke pasar di jam kerja, agar berfikir dua kali membolos.

a�?PNS itu harus disiplin dan menjaga performa. Jika tidak, sanksi menunggu,a�? sambung Sekda HL Supardan, singkat. (dss/r3)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost