Lombok Post
Praya

Kasus DBD Baru Ditemukan di Loteng

NURHANDINI EKA DEWI
Kepala Dikes Loteng, Nurhandini Eka Dewi

PRAYA – Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah (Loteng) merilis, pada Mei-Juni 2016 ini ditemukan delapan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), di Desa Bonjeruk Jonggat dan Kelurahan Praya.

Serangan nyamuk Aedes aegypti itu pun, menurutnya bisa meluas jika kondisi cuaca semakin tidak menentu.

Akhir-akhir ini terkadang hujan, besoknya panas. Begitu seterusnya. Kondisi tersebut, dapat meningkatkan populasi nyamuk,a�? kata Kepala Dikes Loteng Nurhandini Eka Dewi pada Lombok Post, kemarin.

Terbukti, kata Nurhandini baru berjalan beberapa minggu saja di bulan Mei-Juni ini, sudah ada yang positif. Untungnya, tidak menimbulkan korban jiwa, karena cepat dilakukan tindakan medis.

Agar tidak menular dan nyamuknya tidak, pihaknya telah menugaskan tenaga Dikes bersama Puskesmas Jonggat dan Praya, untuk melakukan Pembatasan Sarang Nyamuk (PSN). Dengan cara, fogging, Menguras, Menutup Dan Menimbun (3M) dan menabur bubuk abate.

Menurut Nurhandini, angka delapan kasus temuan DBD baru itu, cukup mengkhawatirkan. Karena, di bulan yang sama di tahun yang sebelumnya, tidak ditemukan. Apalagi, kasus tersebut bertepatan dengan pelaksanaan puasa Ramadan.

Untuk itulah, pihaknya menyerukan agar, wilayah-wilayah yang berlangganan DBD, segera melaksanakan langkah antisipasi dini.

Sebut saja, beberapa desa dan dusun di Kecamatan Jonggat, Praya, Kopang dan Kecamatan Batukliang. Namun, kata Nuhandini bukan berarti wilayah lain aman.

a�?Apalagi, kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini, maka perlu kewaspadaan kita semua. Satu jalan keluarnya yaitu PSN, itu saja,a�? katanya.

Nurhandini menambahkan, dari catatan Dikes pada Januari-April lalu, jumlah penderita DBD mencapai 66 orang dan gejala sebanyak 26 orang. Dari jumlah itu, satu orang diantaranya warga Lingkungan Amen, Kelurahan Leneng Praya, meninggal dunia.

a�?Itulah bahayanya DBD,a�? katanya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku telah berupaya semaksimal mungkin, untuk menekan kasus yang satu itu.

Ia mengeluarkan perintah kepada seluruh Puskesmas, Pustu, Polindes dan RSUD Praya, agar memprioritaskan mereka penderita DBD, dalam penanganan medisnya, tidak boleh ditunda-tunda, apa pun alasannya.

a�?Yang penting, tunjukkan dan berikan pelayanan kesehatan prima, kepada masyarakat. Jangan ada perbedaan miskin maupun kaya,a�? cetus Ketua Komisi IV DPRD Loteng Lalu Muhiban, terpisah. (dss/r3)

Berita Lainnya

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost