Lombok Post
Bima - Dompu

Polisi Yakin Berkas Tersangka Syahrullah Lengkap

DISITA: Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Bima Kota menyita tanah Pemkot Bima, Sabtu (12/6). Tanah ini dijadikan barang bukti kasus pengadaan tanah dengan tersangka mantan Asisten I Setda Kota Bima H Syahrullah.

KOTA BIMA – Berkas kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Kelurahan Penaraga telah rampung. Penyidik Tipikor Polres Bima Kota melimpahkan berkas tersangka Syahrullah kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Raba, kemarin (13/6).

Pelimpahkan ini dilakukan setelah penyidik menyita tanah seluas 20,7 are di Kelurahan Penaraga sebagai bukti tambahan. Diketahui, berkas perkara mantan Asisten I Setda Kota Bima ini beberapa kali bolak balik.

Berkat Koordinasi dan Supervisi (Korsup), kejaksaan pun bersedia menyatakan berkas tersangka lengkap alias P21.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota AKP Antonius F Gea menjelaskan, pelimpahan ini dilakukan setelah penyidik melengkapi keperluan berkas tersangka. Ia yakin berkas kasus yang merugikan negara Rp 685 juta lengkap.

a�?Saya yakin berkasnya akan lengkap. Kami sudah penuhi semua petunjuk jaksa,a�? tegasnya, kemarin.

Ia menambahkan, berkas yang dilimpahkan akan diteliti terlebih dahulu oleh jaksa. Jika dianggap kurang lengkap, otomatis dikembalikan lagi. Namun Antonius optimis jika berkas yang dilimpahkan bakal P21.

a�?Saya yakin itu sudah lengkap. Kami sudah penuhi berkasnya sesuai dengan arahan KPK,a�? pungkasnya.

Di sisi lain, tanah milik Pemkot Bima seluas 20,7 are ternyata disewakan kepada masyarakat. Dua tahun terakhir, sawah tersebut digarap Abdullah, warga RT 09 RW 04, Kelurahan Penaraga. Tiga petak sawah itu kabarnya disewa Rp 2 juta per tahun.

Abdullah mengaku, mulai menyewa sawah tersebut sejak tahun 2015. Prosesnya melalui tender di Bagian Aset Pemkot Bima. Setiap tahun disepakati harga sewa sebesar Rp 2 juta. Abdullah menyewa sawah tersebut selama tiga tahun.

a�?Saya sewa sawah itu langsung di Bagian Aset. Selama tiga tahun saya setor uang Rp 6 juta,a�? bebernya.

Ia mengaku, tidak mengetahui tanah tersebut bermasalah. Saat itu, ia mendatangi Kepala Bidang Aset DPPKAD A�Kota Bima untuk menyewanya. Karena tanah tersebut hanya dibiarkan terlantar tanpa digarap.

a�?Saya sengaja minta sewa tanah itu, dari pada dibiarkan kosong,a�? ujarnya.

Setelah tanah disita polisi, Abdullah berencana akan menghadap ke Bagian Aset untuk melapor. Untuk sisa uang sewa satu tahun, ia tidak mempersoalkan.

a�?Ya, kalau dikembalikan saya ambil. Kalau tidak nggak apa-apa juga,a�? jelasnya. (yet/r1)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara