Lombok Post
Praya

WNA Boleh Punya Rumah di Mandalika

PETA KEK: Kepala BPMP2T Lombok Tengah (Loteng) Winarto, saat menunjukkan peta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Desa Kuta dan sekitarnya, belum lama ini.

PRAYA – Kabar gembira bagi Warga Negara Asing (WNA), yang ingin menetap di Indonesia, khususnya di Lombok Tengah (Loteng).

Mereka diperbolehkan memiliki rumah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut.

a�?Tapi, tidak boleh lebih dari 15 tahun,a�? kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Loteng, Winarto, kemarin.

Jika melewati batas ketentuan itu, kata Winarto maka pemerintah terpaksa meminta WNA bersangkutan, kembali ke negaranya.Selanjutnya, rumah yang ditempatinya itu, dipindah tangankan kembali ke WNA/WNI lain.

Aset rumah itu sendiri, terangnya bisa dibangun WNA yang dimaksud atau disediakan pemerintah. Namun, lahannya tetap dikuasai negara, dalam hal ini Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Kebijakan semacam itu, secara langsung menjawab kesulitan WNA, menikmati pariwisata di Indonesia.

Kebijakan itu juga, kata Winarto berlaku pada investor asing, yang ingin berinvestasi di kawasan Mandalika Resort. Mereka terikat kontrak selama 30 tahun.

a�?Insya Allah, tahun ini juga, wajah Mandalika Resort akan berubah, begitu Hotel Pullman dibangun Oktober mendatang,a�? katanya.

Yang membuat Pemkab merasa bersyukur tambah Winarto perusahaan milik negara itu, membangun fasilitas, sarana dan prasarana pendukung di sepanjang Pantai Kuta, dari Pondok Senek sampai Benjon.

a�?Dari 20 KEK di seluruh Indonesia, Insya Allah kita yang terbaik, investor pun tidak akan dipersulit. Apalagi, kita mengedepankan ekowisata,a�? klaim Winarto. (dss/r3)

Berita Lainnya

Tiga Kios Warga Hangus Terbakar

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Loteng Susun Regulasi Pendidikan Inklusi

Redaksi LombokPost

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost

150 Pendaki Jajal Jalur Aik Berik

Redaksi LombokPost

BPK Periksa 10 Desa di Loteng

Redaksi LombokPost