Lombok Post
Praya

Makanan Kedaluwarsa, Dijual Lagi

SIDAK
SIDAK: Inilah sidak yang dijalankan Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah, pada puasa Ramadan tahun lalu.

PRAYAA�– Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah (Loteng) merilis, ada sejumlah pertokoan di pusat Kota Praya, yang ditemukan menjual makanan kedaluwarsa. Mereka pun diperingatkan untuk menarik dan memusnahkan barang dagangannya, jika tidak ingin dipidanakan.

a�?Itu kami temukan, saat menggelar sidak di minggu pertama, puasa Ramadan,a�? kata Kepala Dikes Loteng Nurhandini Eka Dewi pada Lombok Post, kemarin (14/6).

Pengemasan makanan itu, kata Nurhandini dengan cara menghapus kode tanggal masa kedaluarsa. Untuk itulah, pihaknya menyarankan agar seluruh konsumen tetap waspada, membaca dan meneliti terlebih dahulu sebelum dibeli.

a�?Sebenarnya, kami sudah melaksanakan penyisiran itu. Hasilnya, akan kami laporkan ke BPOM, begitu turun bersama-sama,a�? katanya.

Dari pengalaman puasa Ramadan tahun lalu, terangnya makanan dan minuman yang seringkali menggunakan rhodamin B yaitu es campur, kerupuk atau terasi. Zat yang satu itu, merupakan pewarna sintetis yang biasanya digunakan untuk keperluan industri tekstil dan kertas.

a�?Kalau ragu, sebaiknya jangan dibeli,a�? seru Nurhandini.

Selain itu, kata Nurhandini yang perlu diwaspadai juga adalah, campuran zat boraks. Zat yang satu itu, sangat berbahaya. Biasanya ditemukan pada mie basah hingga bakso.A�A�A� a�?Kami sudah memberikan peringatan lisan dan tulisan kepada pedagang yang kedapatan menggunakan zat berbahaya itu. Kalau mereka menjual lagi, maka terpaksa kita bawa keranah pidana,a�? ancamnya.(dss/r3)

Berita Lainnya

Tiga Kios Warga Hangus Terbakar

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Loteng Susun Regulasi Pendidikan Inklusi

Redaksi LombokPost

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost

150 Pendaki Jajal Jalur Aik Berik

Redaksi LombokPost

BPK Periksa 10 Desa di Loteng

Redaksi LombokPost