Lombok Post
Dialog Ramadhan

Menghargai Waktu

Dialog Ramadhan

Assalaamua��alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah penguasa jagat raya ini atas semua nikmat dan karuniaNYa. Dalam keadaan susah maupun senang, dalam keadaan miskin apalagi dalam keadaan lapang atau kaya, yang terpenting Allah swt memberikan kita nikmat iman dan islam. Selawat dan salam kepada Rasulullah saw juga kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau.

Pembaca Rahimakumullah

Selain kita banyak belajar dari masa lalu dan selalu berbuat baik sekecil apapun, maka menjaga diri dari perbuatan apa saja yang dapat mengurangi manfaat hidup harus dilakukan. Seperti berbicara tentang sesuatu yang tidak jelas kaitannya dengan pekerjaan kita secara langsung atau tidak langsung. Sebab yang demikian itu akan menghabiskan waktu dan tenaga, padahal keduanya sangat berharga dalam pandangan islam.

Islam mengajarkan kepada pengikutnya untuk menghargai waktu, karena waktu lebih berharga dari emas sekalipun. Emas bisa rusak, hilang, dan kadang-kadang dapat menyusahkan pemiliknya apabila sang pemilik dirampok, bahkan bisa terbunuh karena memilikinya.

Sebaliknya waktu yang sedikit dapat menentukan masa depan di dunia selama-lamanya, waktu juga dapat membahagiakan kita sampai alam akhirat. Seperti misalanya kehadiran seseorang pada saat terakhir penentuan sebuah bagian atau nasib untuk mendapatkan jatah haji atau umroh, permodalan, atau suatu jabatan strategis, maka waktu/momen pada saat-saat itu tentu sangat menentukan dan manfaatnya sangat besar dan luas. Saat-saat seperti itu pula dinanti banyak orang dan berusaha untuk merebutnya dengan segala cara, dari cara-cara yang halal atau legal sampai cara-cara yang ilegal (haram).

Apabila seseorang memperoleh hal tersebut tanpa harus mengeluarkan sepeserpun dan sama sekali tidak ada interes, maka keberuntungannya itu luar biasa, ibarat orang bertemu dengan lailatul qadr atau malam kemuliaan yang nilainya lebih baik dari seribu bulan atau sama nilainya dengan beribadah selama delapan puluh tiga tahun empat bulan.

Sebuah nilai yang fantastis yang hanya diperoleh semata-mata karena anugerah Allah kepada seseorang. Keberuntungan seperti itu apabila disyukuri dengan baik pasti akan menjadikan seseorang sangat dekat dengan khaliknya atau penciptanya.

Apabila seorang telah memperoleh kenikmatan seperti demikian, maka seberat apapun perintah Allah dalam anggapan manusia akan menjadi ringan, bahkan menjadi sebuah nikmat yang dia inginkan agar terus ditambah.

Pembaca Rahimakumullah

Mungkin selama ini perintah-perintah Allah kita rasakan memberatkan, membuat perasaan atau hati kita malas atau enggan untuk melaksanakannya, maka ketahuilah bahwa perasaan itu hanya merupakan buah dari rasa syukur yang tidak ada atau tipis kepada Allah swt yang telah memberikan segala-gala kepada kita selama ini.

Karenanya akan sangat baik sekali apabila kita mencoba melihat diri secara sadar atas keberadaan kita di dunia, mulai dari nutfah-a�?alaqah- mudghoh hingga terlahir seperti saat ini. Bagaimana kita bisa bernapas, bisa menikmati makanan dan minuman sejak dalam kendungan sampai menjadi dewasa. Pemikiran baik seperti ini akan membawa akan dapat menemukan Allah swt dan meyakini keberadaanNya sebagai pencipta kita dan pemberi nikmat tanpa batas jumlahnya.

Pembaca Rahimakumullah

Alhamdulillah pada hari kesebelas ini berarti kita mengawali fase maghfirah yaitu fase yang penuh ampunan, sampai sepuluh hari kedepan atau tanggal dua puluh Ramadan. Semoga kita mendapat ampunan Allah, dan meraih rahmat sebanyak-banyaknya pada fase pertama yang sudah kita lewati.

Akhirnya tidak ada ucapan yang paling pantas kita sampaikan kehadirat Allah azza wajalla, melainkan ucapan a�?Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Allah Maha Besar pengatur alam raya ini. (r10)

Berita Lainnya

Museum Alquran Terbesar Kedua di Dunia ada di Jakarta

Redaksi Lombok Post

Hadirkan True Broadband Experience

Redaksi Lombok post

Peristiwa Pulomas

Redaksi Lombok post

Zakat Fitrah

Redaksi Lombok post

Nafsu yang Mutmainnah

Redaksi Lombok post

Ketahanan Jiwa

Redaksi Lombok post

Waspada dan Hati-hati

Redaksi Lombok post

Pelajaran dari AL-Lahab

Redaksi Lombok post

Jangan Menjadi Pendusta Agama

Redaksi Lombok post