Lombok Post
Headline Selong

PU Lotim Jangan Cuci Tangan Dong!

EVAKUASI: Sejumlah tim penyelamat tampak berupaya mencari korban tertimbun jembatan Sekarteja, Selong, Lombok Timur yang runtuh pekan lalu.

SELONG – Dinas PU Lombok Timur (Lotim) kembali menegaskan belum memberikan izin terkait pengecoran yang dilakukan kontraktor jembatan a�?mauta�? di Sekarteja. Ada sejumlah pertimbangan yang membuat PU belum memberi rekomendasi, namun menurut mereka kontraktor terus jalan sendiri hingga terjadi musibah robohnya jembatan yang memakan enam korban jiwa.

a�?Belum sampai tahapan itu seharusnya,a�? kata Plt Kadis PU Lotim Sateriadi, Sabtu (18/6) lalu.

Jawaban itu menjadi aneh, lantaran diantara korban yang berjatuhan, ada yang merupakan karyawan di Dinas PU Lotim. Saat kejadian, dua diantara korban yang berjatuhan merupakan karyawan yang mewakili Dinas PU Lotim. Ditanya mengenai korban tersebut, Sateriadi berkilah, korban bekerja atas nama diri sendiri, bukan mewakili pihak manapun, terutama PU. Menurutnya tak pernah ada penugasan untuk mengawasi.

a�?Tak pernah ditugaskan, dia bekerja atas nama sendiri,a�? jawabnya.

Terkait informasi keterlambatan pengerjaan hingga dua minggu, ia mengatakan hal itu urusan pemborong. Pemerintah hanya berpatokan pada tahap demi tahap yang ada. Ditanya mengetani informasi proyek yang kembali disubkan pada kontraktor lain, Sateriadi mengaku tak tahu menahu.

Namun hal itu langsung dibantah tegas oleh Jumaidi Malui salah satu korban. Dia yang kini harus terbaring tak berdaya karena sejumlah luka yang diderita memberi jawaban sebaliknya. Saat kejadian dia ditugaskan langsung melakukan pengawasan oleh Dinas PU Lotim tempatnya bekerja.

a�?Tiang tanya pak kabid, pak kabid ngangguk,a�? jawab pria yang mengalami sejumlah patah tulang itu.

Jawabannya menjadi penegas pengecoran yang dilakukan sudah diketahui oleh dinas. Dia sendiri tak mungkin turun jika memang tak ada perintah atasan. Terlebih saat itu, sejumlah alat yang diperlukan untuk bekerja sudah ada di lokasi dan siap digunakan. Sebagai pengawas, sudah menjadi tugasnya untuk turun melihat dan mengawasi langsung. a�?Masalah disetujui atau tidak, itu beradar dukomen,a�? jawabnya yang merasa sudah bekerja sesuai alur yang benar. (yuk/r3)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost