Metropolis

Satu Malam Selesaikan Satu Juz

Bacaan Alquran oleh imam dalam salat menentukan kekhusyukan dalam beribadah. Untuk itulah, selama Bulan Ramadan, Masjid Raya Attaqwa membentuk tim imam. Mereka dari kalangan hafizul quran.

A�***

SUASANAA�salat tarawih di Masjid Raya Attaqwa nampak ramai seperti biasanya. A�Jamaah berasal dari berbagai kalangan usia. Namun, yang menarik beberapa pejabat Provinsi NTB nampaknya hadir sebagai jamaah salat tarawih.

Mulai dari sekda, Karo Humas, hingga Gubernur NTB TGB Zainul Majdi menghiasi barisan shaf depan.

Usai Salat Isya, Salat Tarawih berjamaah dilangsungkan. Imam kemarin malam dipimpin oleh Ustadz H Ibrahim, salah seorang hafizul quran asal Kediri, Lombok Barat. Ia merupakan lulusan pondok Pesantrean Islahuddin Kediri.

Alunan bacaan Alquran ustad Ibrahim dalam salat itu begitu indah. Suara nyaring yang dimilikinya ditambah kemampuannya membaca alquran dengan tajwid dan makhraj menambah kekhusyukan para makmum di belakangnya.

Usai membaca surat Al Fatihah, imam kembali melanjutkan bacaan dengan salah satu surah. Menjadi ciri khas Masjid Raya Attaqwa Mataram, bacaan surah yang dibaca imam setelah surah Al Fatihah cukup panjang. Namun, inilah yang dicari para jamaah yang ingin memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan.

Buktinya, dari hari ke hari jumlah makmum Salat Tarawih tetap stabil.Bahkan bertambah. A�Padahal Salat Tarawih mulai sekitar pukul 20.00 wita dan baru selesai sekitar pukul 22.00 wita bahkan lebih.

Setelah beberapa rakaat, ustad Ibrahim yang memimpin salat digantikan oleh ustad H Abdul Manan.

Keduanya memang tim imam yang secara bergantian memimpin salat tarawih di Masjid Raya Attaqwa Mataram. Bacaannya hampir sama, membuat jamaah semakin khusuk.

Baru sekitar pukul 22.00 Wita lebih tarawih kemarin malam di Masjid Raya Attaqwa selesai dilaksanakan. Usai tarawih, gubernur menyalami warga yang hadir.

Ia bersama pejabat provinsi yang hadir menjelaskan kehadiran mereka di masjid raya untuk melaksanakan itikaf yang telah dihajatkan. A�TGB, sapaan akrabnya melanjutkan ibadah dengan melakukan tadarusan bersama pejabat lainnya.

Sementara itu, H Ibrahim menjelaskan, pengurus masjid memiliki program one day one juz . Program ini merupakan program di mana setiap tarawih, imam menyelesaikan bacaan alquran satu juz.

a�?Alhamdulillah saat ini sudah juz ke-14,a�? katanya kemarin.

Ia juga mengaku, memimpin salat dengan gubernur sebagai makmum dibelakangnya menjadi sebuah pengalaman tersendiri.

Secara manusiawi, ia mengaku tentu ada gejolak rasa segan atau hormat kepada sosok pemimpin. Apalagi gubernur juga merupakan seorang hafidz quran.

Namun, ketika sudah mulai menjalankan ibadah salat, ia merasa biasa saja. a�?Karena ketika kita sedang beribadah, tidak ada lagi manusia. Yang ada hanya antara kita dan sang pencipta,a�? katanya. (Hamdani Wathoni/Mataram/r4)A�

Related posts

Pemprov Harus Tegas

Redaksi Lombok post

TGB Jual Kek Mandalika di Emir Qatar

Redaksi Lombok Post

Dinas PUPR unjuk Gigi!

Redaksi Lombok post

Leave a Comment