Lombok Post
Giri Menang Headline

Kapal a�?Sakita�? Dilarang Berangkat

BONGKAR MUAT: Sejumlah kapal bersandar di Pelabuhan Lembar, beberapa waktu lalu. OPP dan Gapasdap sepakat untuk tidak memberangkatkan kapal yang tidak layak selam arus mudik.

GIRI MENANG – Sebanyak 33 kapal fery siap melayani penyeberangan arus mudik Lembar -Padangbai. Namun terdapat sekitar tujuh hingga delapan kapal yang umurnya sudah tua dan sakit-sakitan. Delapan kappal ini tidak layak untuk digunakan.

Kepala Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (OPP) Lembar Andi Fiardi mengakui hal tersebut. Masih terdapat kapal yang umurnya sudah tua. a�?Kita tidak pungkiri itu, masih ada kapal tua,a�? katanya.

Hanya saja, menurut Andi, kapal-kapal tersebut masih mampu melayani penyeberangan dari Lembar Padangbai, dan sebaliknya. Secara teknis, dia menjelaskan bahwa tingkat kelayakan suatu kapal bukan dilihat dari kapan kapal itu dibangun. Melainkan diukur dari seluruh peralatan yang ada di dalam kapal. Apakah peralatan yang ada masih bisa digunakan, tidak kedaluwarsa, atau tidak mati saat dioperasikan.

a�?Kita lihat bukan dari kapan kapal dibuat, tapi masih berfungsi atau tidak alat-alat di dalamnya,a�? ujarnya.

Guna memastikan peralatan di kapal tidak mengalami kerusakan, OPP akan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh sarana penyeberangan. Bukan saja untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal, tetapi mengantisipasi terjadinya penundaan atau bahkan pembatalan akibat kapal yang rusak.

a�?Semangat dari Kemenhub, untuk zero accident selama pelaksanaan arus mudik. Itu yang coba kita wujudkan,a�? katanya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Soekartadji Anwar mengamini semangat dari Kemenhub untuk zero accident.

Menurut dia, faktor paling utama dalam kelancaran pelaksanaan arus mudik, adalah kelayakan kapal. Ini juga menjadi bagian penting untuk keselamatan selama pelayaran. a�?Memang yang paling penting adalah keselamatan pelayaran,a�? kata dia.

Karena itu, melalui Gapasdap, Soekartadji meminta otoritas terkait untuk memeriksa dengan teliti setiap kapal yang melayani penyeberangan. Gapasdap pun setuju bahwa lebih baik tidak berangkat, daripada mengalami kecelakaan di tengah perjalanan akibat peralatan kapal yang sudah tidak layak.

a�?Kalau kapal kekurangan unsur keselamatan pelayaran, lebih baik tidak usah diberangkatkan,a�? tegas dia. (dit/r6)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost