Lombok Post
Headline Selong

Dewan : Kontraktor Amatir, PU Tak Profesional

RAMAI: Sejumlah warga nampak mendatangi lokasi reruntuhan Jembatan Sekarteja, Selong Lombok Timur beberapa waktu lalu.

SELONG – Bupati Lombok Timur (Lotim) HM Ali Bin Dachlan menegaskan kasus runtuhnya Jembatan Sekarteja harus diusut tuntas. Tewasnya sejumlah pekerja menunjukkan kealpaanpihak kontraktor.

a�?Kalau ada yang salah, ya pidana,a�? ujarnya.

Menurutnya dalam sebuah proyek pasti ada prosedur yang harus dijadikan acuan. Itulah yang kini harus diketahui, apakah sudah memenuhi syarat atau tidak. Nantinya hukum akan mencari siapa pihak yang paling bertanggung jawab. Terkait bencana tersebut, pernyataan tak kalah pedas melontar dari mulut wakil rakyat di DPRD Lotim.

a�?Satu kata, kontraktornya amatiran,a�? ujar Ketua DPRD Lotim HM Khairul Rizal.

Wakil Rakyat lainnya, Samsul Rizal juga mempertanyakan tidak adanya konsultan pengawas khusus untuk proyek sebesar itu. Padahal jembatan dikatakan masuk proyek berat dan besar, terlebih ada tender yang mendahului.

a�?Ini kecerobohan yang dilakukan PU,a�? ungkapnya.

Anggota dewan lainnya menilai dari kejadian ini, tampak jelas sikap tak profesional Dinas PU yang terkesan cuci tangan. Dua anak buah yang telah menjadi korban dikatakan tak pernah diperintahkan mengawas. Padahal itu dianggap suatu hal yang tak mungkin. a�?Kan dia kerjanya untuk PU, masak dikatakan bekerja sendiri,a�? sindirnya.

Sikap PU sangat disayangkannya, pasalnya dua korban luka tersebut seharusnya mendapat perlindungan dari atasan. Bukan justru makin disalahkan, padahal mereka sudah menderita secara langsung karena menjadi bagian dari korban.

Kasat Reskrim Polres Lotim AKP Wendi Oktariansyah mengatakan temuannya pengawas lapangan sempat menegur pihak kontraktor. Karena dianggap ada yang kurang, sebelum kejadian sudah ada beberapa kali diskusi dilakukan. a�?Dari temuan kami, jelas pengawas yang jadi korban itu sudah bekerja cukup baik, jelas mereka mewakili PU,a�? katanya.

Dalam agendanya, pekan ini fokus pemeriksaan dilakukan pada Dinas PU Lotim. Jika semua kooperatif dan berjalan lancar, selanjutnya akan diagendakan pemeriksaan pihak kontraktor. a�?Hasil dari puslabfor juga kami masih tunggu,a�? tandasnya. (yuk/r3)A�

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost