Lombok Post
Metropolis

Nisa Dilarikan ke Rumah Sakit

MEMPRIHATINKAN: Sabila Khairunnisa, bocah penderita gizi buruk asal Lingkungan Kamasan Kelurahan Monjok digendong ibunya, Suhainiah kemarin. Bocah malang ini kini dirawat di RSUD Kota Mataram.

MATARAM – Bocah penderita gizi buruk di Lingkungan Kamasan, Sabila Khairunnisa akhirnya kemarin dibawa ke RSUD Kota Mataram. Meski sempat menolak berobat, ibu Khairunnisa akhirnya mau mendampingi anaknya mendapatkan perawatan di RSUD Kota Mataram.

Kini, Nisa sudah ditangani pihak RSUD Kota Mataram setelah mendapatkan rujukan dari Puskesmas Mataram. a�?Saya tidak pernah bawa dia ke Posyandu atau ke rumah sakit karena malu dengan kondisi anak saya,a�? kata Suhainiah sambil menangis.

Kondisi Nisa tidak seperti bayi normal lainnya. Itu membuatnya ibunya memilih membiarkan kondisinya.

Nisa sejatinya lahir normal. Usianya saat ini satu tahun sepuluh bulan. Ia lahir di Lingkungan Kamasan dengan berat sekitar 2,7 kilogram.

Saat berusia tiga bulan, ia dibawa ibunya untuk tinggal di Sumbawa. Di sanalah ia mulai mengalami sakit dan kondisi tubuh yang tidak seperti anak pada umumnya.

Suhainiah akhirnya pulang membawa anaknya kembali ke Mataram tanpa didampingi suaminya sekitar sepuluh bulan lalu. Ia sempat berobat di RSUP NTB. Namun, kondisi Nisa tidak membaik karena selesai berobat dari RSUP, ia tidak mendapatkan perawatan yang baik serta asupan gizi yang dibutuhkan.

Sehingga, meski berusia hampir dua tahun, saat ini tubuhnya masih terlihat seperti bayi. a�?Jika sesuai umur, harusnya sekarang ia sudah bisa berjalan. Tapi kini beratnya hanya 3,5 kilogram,a�? kata Dian Novita Sari, petugas gizi dari Puskesmas Mataram.

Kepala Puskesmas Mataram sendiri H Turmuji menjelaskan baru mengetahui informasi ini. Pasalnya, ia tidak pernah menerima laporan dari kader atau pun kepala lingkungan.

Terus terang kami baru beberapa hari lalu tahu. Itu kami sudah minta anak ini dibawa ke Puskesmas agar dirujuk ke rumah sakit.

Tapi orang tuanya menolak.Makanya sekarang kami ajak pak Lurah Monjok. Alhamdulillah ibunya mau bawa anak ini berobat,a�? jelasnya.

Sementara Lurah Monjok Barat, Mohammad Iswan meminta warga jangan pasif jika terjadi hal seperti ini. a�?Orang tua anak ini enggan berobat karena ia mungkin merasa jalan sudah buntu. Padahal, masih ada lembaga yang lebih tinggi atau pemerintah yang bisa menangani hal seperti ini,a�? kata dia.

a�?Makanya saya minta kepada kader dan kepala lingkungan untuk terus berkoordinasi menyelsaikan apapun masalah yang ada di lingkungan. Kalau kita tidak tahu masalahnya, lalu bagaimana kita mau selesaikan,a�? sambung Mohammad Iswan.

Nisa dan ibunya akhirnya dijemput untuk dibawa ke Puskesmas Mataram. Ia kemudian dirujuk dan ditangani di UGD. a�?Isya Allah kalau mendapat perawatan yang intens, anak ini bisa ditangani di rumah sakit.

Nanti akan diberikan asupan gizi dan perawatan yang sesuai. Misalnya susu F75 sejenis susu formula khusus bagi penderita gizi buruk,a�? jelas Dian Novita. (ton/r6)

 

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost