Lombok Post
Headline Metropolis

SKPD Ini kok Lelet Ya!

MATARAM – Memasuki pertengahan tahun, ratusan paket kegiatan SKPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB belum juga selesai dilelang. Nominalnya mencapai Rp 217 miliar lebih.

a�?Sekitar 24 persen paket yang belum dilelang,a�? beber Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemprov NTB I Gusti Bagus Sugiartha, kemarin (21/6).

Pantauan Lombok Post pada Tepra TV Monitor Pemprov NTB, ada 356 paket kegiatan yang harus dilelang untuk tahun 2016 dengan nilai keseluruhan Rp 806,633 miliar.

Namun, hingga 16 Juni, tercatat baru 166 paket yang baru selesai dilelang atau senilai Rp 536 miliar.

Sejumlah SKPD tampaknya masih terseok-seok, banyak paket kegiatannya yang belum dilelang. Sebut saja Dinas Perkebunan, dari sekitar 27 paket, 15 diantaranya belum dilelang.

Demikian juga dengan Dinas Pekerjaan Umum masih ada sekitar 17 paket yang belum dilelang dengan nilai total Rp 25 miliar lebih.

a�?Nanti kita bersama tim percepatan pembangunan gubernur akan memanggil semua SKPD untuk melihat dan mengevaluasi kegiatan per kegiatannya, khususnya pekerjaan yang belum dilelangkan,a�? kata Gusti.

Dalam waktu dekat, segera dilakukan evaluasi seluruh kegiatan baik yang sedang berjalan maupun yang belum berjalan. Menurut Gusti, masih adanya kegiatan yang belum dilelang akibatA� perencanaan yang masih belum terselesaikan.

a�?Salah satu yang belum lelang dan nilainya cukup besar itu proyek SPAM, ada tujuh paket belum lelang karena masih dilakukan desain,a�? jelasnya.

Dari sekian paket yang belum lelang tadi, imbuh Gusti, ada yang sifatnya konstruksi ada yang non konstruksi. Yang konstruksi terlambat karena harus dilakukan perencanaan dulu.

a�?Terlambat memang karena di SKPD nya sendiri belum selesai perencanaan, ungkapnya.

Di samping itu, ia juga mengungkap ada beberapa kegiatan yang gagal lelang. Itu disebabkan persyaratan tidak terpenuhi. Rekanan yang menawar tidak memenuhi persyaratan baik teknis maupun non teknis.

Sementara, jauh hari, gubernur sendiri selalu menekankan agar lelang bisa segera rampung pada petengahan tahun, khususnya untuk kegiatan fisik. Sehingga, pada semester berikutnya, semua proyek sudah bisa dimulai pengerjaannya.

Masih adanya paket yang belum tuntas dilelang hingga pertengahan tahun ini berimbas pada serapan anggaran yang tak kunjung mencapai target.

Dari total APBD NTB tahun 2016 sebesar Rp 3,5 triliun, realisasi keuangan baru 34,90 persen dari target 40,19 persen. Realisasi itu pun masih didominasi oleh belanja tidak langsung.

Beberapa SKPD yang serapannya masih rendah diantaranya, Dinas Pertambangan yang hingga kini masih menyentuh angka serapan sekitar 14,40 persen.

Demikian juga dengan Biro Humas dan Protokol dengan realisasi anggaran baru sekitar 22,84 persen per 16 Juni, di bawah rata-rata SKPD yang lain.

Padahal, banyak kegiatan-kegiatan akbar yang menjadi tupoksi Humas sudah dihelat seperti Tambora Menyapa Dunia dan Hari Pers Nasional (HPN).

Gusti menjelaskan, rendahnya serapan di Biro Humas dan Protokol juga disebabkan ada paket kegiatannya yang masih dalam proses lelang alias belum terealisasi. Nilai paketnya juga cukup besar mencapai Rp 11,6 miliar. (uki/r9)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost