Lombok Post
Metropolis

Gaji ke-14 Dulu, Gaji ke-13 Usai Lebaran

MENUNGGU: Suasana kerja para ASN di Pemkot Mataram belum lama ini.

MATARAM – Para pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Mataram mulai risau. Pasalnya, hingga saat ini belum ada surat edaran resmi dari pusat terkait pencairan gaji ke-13 dan ke-14. Sementara waktu menjelang lebaran tinggal sebentar lagi.

Para ASN ini berharap ada kejelasan terkait gaji ke-13 dan ke-14. Mengingat, PNS dilarang menerima parcel lebaran atau bingkisan yang berbau gratifikasi.

a�?Ya kami sebagai PNS hanya bisa berharap ada kejelasan surat edaran dari pusat terkait pencairan gaji ke-13 dan ke-14 ini. Biar ada jadi THR kita jelang lebaran,a�? kata Lurah Kekalik Jaya, Fathurrahman.

Selain menjadi pengganti THR, Keberadaan gaji ke-13A� dan ke-14 ini juga menjadi pengobat tidak adanya kenaikan gaji PNS di tahun 2016.

Namun hingga saat ini belum ada pentujuk pelaksanaan atau petunjuk teknis pencairannya. Meskipun, Pemkot sudah menganggarkannya dalam APBD 2016.

Kepala BPKAD Kota Mataram Yance Hendra Dirra mengaku telah menerima informasi awal terkait pencairan gaji ke-13 dan ke-14. Meskipun saat ini dibenarkan belum ada keputusan resmi dari Kemenpan-RB karena menunggu Perpres.

a�?Informasi yang kami dapat, gaji ke-14 akan lebih dulu diterima para ASN. Itu akan diterima sebelum lebaran. Sedangkan gaji ke-13 itu menyusul setelah lebaran,a�? ujar Yance.

Terkait alasan gaji ke-14 diterima lebih awal, Yance menjelaskan karena gaji ke-14 ini nantinya akan menjadi pengganti THR para ASN. Sedangkan untuk gaji ke-13 dihajatkan sebagai biaya pendidikan putra-putri para pegawai ASN.

a�?Itu informasi yang kami dapatkan. Namun, untuk Juklak Juknisnya kini kami juga menunggu edaran Perpres,a�? jelasnya.Pemkot Mataram telah menganggarkan sebesar Rp 52,6 Muntuk gaji ke-13 dan ke-14 ini.

Ketua MKKS SMP/MTS se-Kota Mataram HL Suwarno mewakili guru juga berharap gaji ke-13 dan ke-14 ini bisa teralisasi sebelum lebaran.

a�?Paling tidak kami tidak terlalu pusing untuk memikirkan biaya THR nanti,a�? katanya.

Harapan para PNS ini tidak terlepas adanya larangan keras menerima parcel lebaran. Hal tersebut sesuai dengan larangan Menpan-RB. Dikhawatirkan parcel menjadi modus gartifikasi untuk mempengaruhi pejabat publik.

a�?Tetap tidak boleh menerima parcel,a�? kata Hj Baiq Evi Ganevia, asisten III Setda Kota Mataram.

Bahkan pemkot Mataram telah membentuk tim terpadu dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Inspektorat, Satpol PP, Asisten IA� Setda Kota Mataram. Tim ini akan melakukan pengawasan terkait pemberian gratifikasi berupa parsel lebaran. (ton/r6)

Berita Lainnya

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

Redaksi LombokPost

Rumah Belum Jadi, Tenda Kemasukan Air

Redaksi LombokPost

Pasca Gempa, BPS Belum Keluarkan Data Kemiskinan

Redaksi LombokPost

Kalau Lagi Mood, Lima Jam Bisa Selesai

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost