Lombok Post
Dialog Ramadhan

Kenikmatan Hidup

Dialog Ramadhan

Assalamua��alaikum Wr. Wb.

ALHAMDULILLAH, segala pujian hanya bagi Allah atas semua nikmatNya utamanya nikmat Iman dan Islam. Begitu pula untuk selalu bersyukur atas nikmat-nikmat lainnya : kesempatan, ilmu, rizki, dan lain sebagainya. Selawat salam kepada Nabi Muhammad saw, juga kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau.

Pembaca Rahimakumullah

Kenikmatan hidup ini bersumber dari banyak hal, yang terpenting di antaranya adalah makan, minum, bersetubuh dan tidur nyenyak.

Berbicara tentang makan, Allah swt menciptakan sebagian makhlukNya terutama manusia dalam hidupnya tidak bisa terlepas dari makanan, karena tanpa makan manusia akan mati.

Allah swt menyediakan bagi mereka makanan yang halal lagi baik (halalan thayyiban), dan makanan yang halal itu jumlahnya jauh lebih banyak dari makanan yang diharamkan.

Secara logika yang sehat dan jujur, tidak ada alasan bagi seseorang untuk memilih makanan yang diharamkan dalam hidupnya. Lebih-lebih apabila diingat bahwa untuk mendapatkan yang halal itu tidak ada kesulitannya, karena yang halal itu ada dimana-mana.

Demikian pula dengan minuman yang halal sangat mudah untuk memperolehnya, tanpa harus mengeluarkan uang untuk mendapatkannya.

Air dapat ditemukan dimana-mana, ada yang di permukaan bumi, ada pula dalam bumi, di daratan, bahkan di lautan yang jumlahnya lebih banyak dari daratan.

Semua air itu dinyatakan halal dengan segala isinya, termasuk bangkai-bangkainya juga halal. Sementara yang diharamkan jumlahnya sangat kecil sekali. Seperti minuman yang memabukkan dan yang merusak akal.

Untuk itu, manusia seharusnya banyak bersyukur kepada Allah swt dengan mengimaniNya dan mengimani rasul terakhir Nabi Muhammad saw.

Pembaca Rahimakumullah

Selain kedua hal di atas, yang mendatangkan kelezatan atau kenikmatan itu adalah bersetubuh/hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan.

Baik yang dilakukan secara sah, seperti perkawinan yang syara��i atau hubungan seksual yang tidak legal seperti zina. Semuanya membawa kenikmatan.

Dilihat dari sisi ini sama-sama mendatangkan nikmat, tetapi jika dilihat dari sudut pandang syariat, maka zina adalah perbuatan dosa besar yang sangat menghancurkan generasi dan kemanusiaan.

Karena dengan meluasnya perzinaan akan banyak orang-orang lahir tanpa bapak yang jelas, dengan demikian manusia menjadi tidak berbeda jauh perilakunya dengan hewan.

Terakhir, yang dapat mendatangkan kenikamatan-kebahagiaan itu adalah tidur nyenyak. Tidur juga sama dengan tiga hal di atas.

Tidak bisa lepas dari kehidupan kita setiap hari. Bagaimanapun kita menikmati makan dan minum yang sehat dan memuaskan, semua akan menjadi hilang apabila orang tidak bisa tidur yang nyenyak.

Kurang tidur apalagi tidak bisa tidur merupakan penderitaan yang sangat melelahkan dan tidak bisa digantikan dengan yang lain.

Orang yang tidak bisa tidur, biasanya akan berusaha mencari obat tidur untuk mengatasinya. Sebab, dengan memperoleh tidur yang cukup membawa kebahagiaan, yang pasti mendatangkan kesehatan dan ketenangan.

Akhirnya sebagaimana yang terus kami ingatkan, marilah kita memantapkan kesiapan hati dan meningkatkan persiapan kita untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXVI, lebih-lebih bagi warga Kota Mataram, yang mana pusat kegiatan tersebut berada di Mataram.

Begitu juga dengan daerah lainnya yang mendapat kepercayaan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan MTQ tersebut. Marilah kita menjadi tuan rumah yang baik, ramah, aman dan nyaman. Amin ya Rabbal alamin. (r10)

Berita Lainnya

Museum Alquran Terbesar Kedua di Dunia ada di Jakarta

Redaksi Lombok Post

Hadirkan True Broadband Experience

Redaksi Lombok post

Peristiwa Pulomas

Redaksi Lombok post

Zakat Fitrah

Redaksi Lombok post

Nafsu yang Mutmainnah

Redaksi Lombok post

Ketahanan Jiwa

Redaksi Lombok post

Waspada dan Hati-hati

Redaksi Lombok post

Pelajaran dari AL-Lahab

Redaksi Lombok post

Jangan Menjadi Pendusta Agama

Redaksi Lombok post