Lombok Post
Giri Menang Headline

Kemiskinan di Lobar Memprihatinkan

MISKIN: Papuq Inah alias Nenek Muhasan (kanan) dan anaknya Muhili (pakaian warna biru) belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah daerah Lombok Barat.

GIRI MENANG – Kemiskinan masih menjadi permasalahan utama di Lombok Barat. Hingga saat ini, kemiskinan belum juga menunjukkan tanda penurunan. Masih banyak masyarakatnya yang hidup dalam kemiskinan. Bahkan belum tersentuh bantuan pemerintah, meski banyak program diciptakan.

Nenek Inah alias nenek Muhasan merupakan salah satu potret kehidupan masyarakat miskin. Nenek tua ini tinggal di RT 08 Desa Kediri Karang Kuripan Barat Kecamatan Kediri. Ia sama sekali tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah Daerah.

Nenek berusia 135 tahun ini tinggal di rumah yang dibilang sangat jauh dari kata layak. Ia tinggal di sebuah rumah berukuran 1,5 X 3 meter. Atap rumahnya bocor.

Saat hujan datang, ia harus menyediakan banyak wadah untuk menampung air hujan. Ia sama sekali tidak memiliki biaya untuk memperbaiki.

Nenek Inah saat ini tinggal dengan anak perempuannya yang bernama Muhili. Muhili sendiri tak kalah tua seperti sang ibu. Wanita 75 tahun ini kesehariannya menggantungkan hidup dari berjualan lontong dan sayur di pasar. Hal ini ia lakukan guna memenuhi kebutuhan hidupnya beserta ibunya.

Muhili yang juga janda tiga anak menuturkan, hingga saat ini ia tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Baik itu berupa uang atau kebutuhan lainnya.

a�?Saya tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah, hanya beras raskin saja yang saya dapat,a�? tuturnya

Muhili memiliki tiga orang anak, anak dari Muhili ada yang sudah bekeluarga dan ada yang belum. Salah satu anak laki-laki Muhili bekerja sebagai kuli angkut di pasar untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sang ibu dan neneknya.

a�?Anak saya bekerja sebagai buruh di pasar, kadang sehari bekerja di pasar kadang juga dia tidak bekerja untuk menjaga neneknya di rumah,a�? jelasnya.

Ia sangat mengharapkan agar pemerintah tidak menutup mata dan telinga melihat kondisi keluarganya. Kondisi keluarganya tersebut terbilang sangat jauh dari kehidupan berkecukupan.

Ia juga berharap agar pemerintah dengan senang hati bisa mengulurkan tangan untuk membantu keluarganya. a�?Setidaknya rumah ini dapat dibantu untuk diperbaiki,” harapnya (fer/r6)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost