Lombok Post
Metropolis

Aston Inn Mulai Terima Tamu

DIRESMIKAN: Berturut-turut, John M Flood (kiri), Lalu Gita Aryadi (tengah) dan H Mohan Roliskana (kanan), memukul Gendang Beleq sebagai, tanda Hotel Aston telah resmi mulai dibuka, Senin (27/6), kemarin(27/6).

MATARAM – Aston Inn yang merupakan keluarga besar dari Archipelago International, akhirnya Senin (27/6) kemarin menggelar soft opening. Keberadaan hotel itu, sekaligus melengkapi sarana akomodasi, di Kota Mataram.

Jumlah kamarnya 13o. Dilengkapi dengan berbagai fasiltas ballroom, 4 deluxeA� dan 4 suite. Disamping itu, ada restaurant, kolam renang dan fasilitas lainnya. Semua, mengusung desain lokal, Lombok.

President and CEO Archipelago International, John M Flood sendiri menyebut langkah cepat Aston Inn berdiri di Kota Mataram, adalah bagian dari misi menyiapkan fasilitas dimana Indonesia pada tahun 2018 ditargetkan mampu mendatangkan wisatawan sebanyak 20 juta. Di samping kebutuhan akomodasi wisatawan domestik, sekitar 135 juta.

a�?Guna memenuhi kebutuhan akomodasi itu, kita siapkan Aston dengan pelayanan Lokal tapi kualitas Internasional,a�? kata John.

Untuk diketahui, branding Aston pertama kali dibangun sekitar 19 tahun lalu. Saat itu bangunan hotel Aston yang pertama kali dibangun di Bali. Kini jumlahnya tercatat 121 hotel termasuk di Mataram. Lainnya, tersebar di berbagai daerah dan kota besar di Indonesia.

Tak hanya itu, 100 persen sumber daya yang dipekerjakan di keluarga besar Archipelago International, di klaim John semua adalah tenaga kerja, warga Indonesia.

Kecuali untuk managerial yang memang dibutuhkan untuk menyiapkan tenaga lokal mampu melayani dengan kualitas internasional.

Saat ini, untuk Aston Inn Mataram sendiri tercatat 90 persen diisi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.

Sementara itu, Asisten II Setda Provinsi NTB, Lalu Gita Aryadi dalam sambutannya mengapreasiasi hadirnya hotel bintang tiga itu sebagai pelengkap sarana akomodasi di NTB. Ia berharap, ekspansi bisnis mereka tak hanya di satu tempat saja, tetapi bisa ke daerah-daerah wisata potensial NTB lainnya.

a�?Kehadiran Wali Kota Bima, di acara ini semoga juga dapat menjadi awal untuk membuka peluang investasi hotel Aston di Bima nanti,a�? kata Gita.

Di kesempatan itu, Gita juga mengingatkan agar Aston bisa segera menyesuaikan diri dan mampu bekerjasama dengan hotel-hotel lain mendongkrak pariwisata NTB.

Jumlah wisatawan yang kerap anjlok turun di rentang waktu Januari a�� Februari, bisa disiasati dengan inisiatif menggelar promosi bersama, guna mengkatrol jumlah wisatawan yang datang ke NTB.

a�?Jadi silahkan bekejasama dengan jasa pariwisata lain, bisa dengan berpromosi, sebab di rentang waktu itu, memang jumlah wisatawan sering turun drastis,a�? imbuhnya.

Tak hanya, soal ancaman okupansi rendah di awal tahun, Gita juga sempat menyorot persoalan yang membelit Aston, sampai akhirnya hari kemarin sukses menggelar soft opening. Baik, terkait penggunaan lahan parkir hingga adanya dugaan pelanggaran Perda terkait bangunan.

a�?Ya kita berharap, setelah Aston ini menggelar soft opening hari ini (kemarin, Red), berbagai permasalahan kecil yang ada bisa segera ditutaskan.

Tentu jika tidak ada persoalan, kita berharap Aston tetap kokoh di sini.Tunjung tilah, aiq meneng, mpak bau (tongkat kuat, air bersih, dapat ikan),a�? kata Gita penuh makna.

Menjawab itu, General Manager Aston Inn Mataram, Slamet Fahrurrozi memastikan jika Aston siap berkompetisi secara sehat dengan hotel-hotel lain, terkait kunjungan yang kerap turun di awal tahun.

Termasuk juga, bersama-sama dengan asosiasi perhotelan lain, mempromosikan NTB, di kancahA� Nasional dan Internasional, guna mendongkrak angka wisatawan.

a�?Kita pastikan Aston siap bersaing sehat dengan hotel yang sudah ada. selain itu, target kami sebenarnya lebih mengarah pada online travel agent. Berbeda dengan hotel yang ada disini, sehingga, persaingan saya rasa akan sehat,a�? kata Rozi.

Terkait soal, dinamika perizinan seperti yang disentil Asisten II Setda Provinsi NTB, Rozi, mengatakan jika pihaknya sudah tidak ada masalah untuk itu semua.

Mereka menyebutkan jika, aturan telah diikuti sesuai dengan yang diharapkan. a�?Kami bisa soft opening tentu, karena sudah tidak ada persoalan untuk itu semua,a�? tandasnya.(cr-zad/r6)

Berita Lainnya

Pemkot Optimis Semua Formasi Terisi

Redaksi LombokPost

Lahan Belum Beres, Pemkot Usulkan Rusunawa Nelayan

Redaksi LombokPost

Bukan Gertak Sambal! Ormas Ancam Turun Tertibkan Tempat Maksiat

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post

Situs Tua Ambruk Lagi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Bukan Tidak Tahu, tapi Malas Patuh!

Redaksi LombokPost