Lombok Post
Praya

Petugas PKP-PK Berdoa, Tidak Bekerja

SIAP BERAKSI: Inilah para petugas PKP-PK LIA di Praya, Lombok Tengah yang siap beraksi, mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi, saat arus mudik lebaran.

Pada puncak arus mudik lebaran, ternyata petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) di Lombok International Airports di Praya, Lombok Tengah tetap bekerja, tidak ada libur.

***

Salah satu divisi yang hampir tidak boleh libur dalam operasional sebuah bandara adalah unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK). Termasuk di Lombok International Airport (LIA). Dalam situasi apa pun, mereka harus siaga, mereka tidak mengenal tanggal merah, cuti bersama, apalagi perayaan hari besar agama. Selama bandara beroperasi siang atau pun malam, mereka diminta tetap berada siaga.

Mereka dituntut siaga penuh, menjaga kemungkinan yang terjadi dalam pelayanan penerbangan. Khususnya, arus mudik H-7 lebaran dan arus balik H+7 lebaran. a�?Kami menggaji petugas PKP-PK ini, dengan doa dan harapan jangan sampai mereka bekerja. Lebih baik duduk manis di kantor. Itu saja,a�? ujar GM PT AP LIA I Gusti Ngurah Ardita.

Maksudnya ketika para petugas PKP-PK bekerja artinya ada musibah terjadi di bandara. Itulah yang tidak diharapkan Ardita.

Mereka yang berprofesi sebagai PKP-PK di LIA itu berjumlah 24 orang. Secara bergiliran mereka wajib siaga di kantor sebanyak 12 orang. Mereka sudah mahir membawa kendaraan pemadam kebakaran (damkar). Namun, bukan seperti damkar yang dimiliki pemerintah pada umumnya.

Melainkan, damkar khusus dalam penanganan kecelakaan dan kebakaran penerbangan. Harganya saja mencapai Rp 21 miliar lebih per unit. Misalnya damkar Kanglim buatan Jepang. Di LIA, ada satu damkar semacam itu. Sisanya, damkar standar yang berjumlah empat unit.

Namun demikian meski tak ada musibah bukan berarti mereka bisa santai. Ada latihan rutin yang harus dilaksanakan untuk menjaga kemampuan dan kesigapan bilamana sewaktu-waktu musibah terjadi.

a�?Beginilah kehidupan pekerjaan kami,a�? ujar mereka.

Setiap harinya, stok air dan bahan pemadam harus tersedia dalam tabung damkar, tidak boleh kosong. a�?Karena kita tidak tahu dan tidak bisa memprediksikan, apa yang terjadi kedepannya,a�? sambung Kasubid Pelayanan Darurat Direktorat Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan, Fellyus Nur.

Menurutnya dari hasil pantuannya di kantor PKP-PK LIA, mobil operasional dan petugasnya, sudah siap menyambut puncak arus mudik lebaran. Begitu pula, petugas lain yang setiap hari memberikan pelayanan penerbangan di LIA. Tidak ada hari libur, itulah konsekuensi bagi mereka yang bekerja di bandara.

Kekurangan yang ada, kata Fellyus telah disampaikan masukan kepada otoritas bandara, agar dilengkapi dan disempurnakan. Harapannya, pelayanan penerbangan kedatangan maupun keberangkatan, berjalan maksimal baik fisik maupun non fisik. a�?Kita berdoa bersama, mudah-mudahan arus mudik lebaran, aman dan lancar,a�? serunya.(Dedi Shopan Shopian a�� Lombok Tengah/Bersambung/r3)

Berita Lainnya

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost

150 Pendaki Jajal Jalur Aik Berik

Redaksi LombokPost

BPK Periksa 10 Desa di Loteng

Redaksi LombokPost

Suhaili Tagih Komitmen Pusat

Redaksi LombokPost

Loteng Kembali Raih WTP?

Redaksi LombokPost

2.500 Sertifikat Gratis Dibagikan

Redaksi LombokPost

Segel Kantor Desa Lajut Dibuka

Redaksi LombokPost