Lombok Post
Headline Tanjung

Tenang, KLU Bebas Vaksin Palsu!

BELUM DITEMUKAN: Vaksin palsu belum ditemukan beredar di Lombok Utara. Tampak Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar (kanan) bersama istri (kiri) saat memberikan vaksin polio beberapa waktu lalu.

TANJUNG – Terungkapnya kasus vaksin palsu sangat meresahkan masyarakat. Terlebih setelah beberapa daerah di Indonesia terindikasi menjadi lokasi peredarannya. Beruntung vaksin palsu itu tidak ditemukan di Lombok Utara (KLU). a�?Sampai sekarang belum ada kita temukan beredar dan digunakan di Lombok Utara,a�? ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Utara Suhardi pada koran ini, kemarin (27/6).

Dia memastikan vaksin yang beredar di Lombok Utara adalah asli. a�?Ini kan obat program yang membeli bukan kita tetapi provinsi, dan sampai sekarang masih asli,a�? jelasnya.

Meskipun belum ditemukan vaksin palsu yang beredar, Suhardi mengungkapkan, pihaknya tetap khawatir. Pasalnya, beredarnya vaksin palsu akan mempengaruhi minat masyarakat untuk mengimunisasi anaknya. a�?Ini khawatirnya program imunisasi akan terdampak, karena masyarakat takut dengan beredarnya vaksin palsu. Imbasnya target kita bisa menurun,a�? tandasnya.

Suhardi menjelaskan dalam sehari target yang dipatok Dikes adalah 10 sampai 15 bayi untuk diimunisasi. Ini tersebar di seluruh Posyandu di seluruh Lombok Utara. Sedangkan untuk balita ditargetkan 20 orang per hari per satu Posyandu. a�?Kita memiliki sekitar 358 Posyandu,a�? cetusnya.

Dari data yang dihimpun koran ini, sasaran Dikes selama 2016 untuk balita (0-4 tahun) sebanyak 22.138 orang. Diantaranya, Puskesmas Senaru sebanyak 2.358 orang, Bayan 2.657 orang, Santong 1.727 orang, Kayangan 2.417 orang, A�Gangga A�4.448 orang, Tanjung 4.884 orang, Pemenang 2.252 orang, dan Puskesmas Nipah sebanyak 1.394 orang.

Untuk anak balita (1-4 tahun) target Dikes Lombok Utara sebanyak 16.995 orang. Ini tersebar di Puskesmas Senaru 1.816 orang, Bayan 2.037 orang, Santong 1.323 orang, Kayangan 1.855 orang, Gangga 3.404 orang, Tanjung 3.727 orang, Pemenang 1.729 orang, dan Puskesmas Nipah 1.063 orang.

Sementara untuk Batita (bawah tiga tahun), Dikes Lombok Utara menargetkan 15.549 orang. Sedangkan untuk IH (Ibu Hamil) sebanyak 5.701 orang, dan IM (Ibu Menyusui) sebanyak 5.442 orang. a�?Ini semua tersebar di delapan Puskesmas tadi,a�? pungkasnya. (puj/r9)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost