Lombok Post
Headline Sportivo

Iswandi a�� Fadlin Sumbang Emas di Hongkong

MATARAM – Tim estafet 4×100 meter putra Indonesia sukses mererebut medali emas di kejuaraan Hongkong Open 2016.

Tim estafet yang dihuni dua sprinter andalan NTB, Fadlin dan Iswandi berhasil menjadi yang tercepat. Namun catatan waktu yang dibukukan gagal membawa mereka lolos ke Olimpiade Rio Brazil 2016.

Iswandi dan kawan-kawan meraih medali emas dengan torehan waktu 40,00 detik. Hanya telat 1,01 detik dari limit minimal olimpiade 38,99 detik. Ketika turun di Singapore Open catatan waktu mereka 39,28 detik.

Iswandi yang dikonfirmasiA�Lombok PostA�lewat BBM mengatakan,A�faktor puasa menjadi pengaruh besar penurunan performa mereka. Menurut sprinter asal KSB itu, kondisi semua atlet yang tengah menjalankan ibadah puasa, membuat kecepatan mereka kurang maksimal.

a�?Kita gagal mas. Kemarin lagi jelek karena puasa,a�? ungkapnya, kemarin.

Hasil Hongkong Open tersebut menempatkan tim estafet Indonesia berada di peringkat 18 dunia. Sementara jatah peringkat yang lolos ke Olimpiade Brazil 2016 Agustus mendatang sampai di peringkat 16. a�?Yang diambil peringkat 16 besar,a�? jelas mahasiswa IKIP Mataram itu.

Sementara di nomor sprin 100 meter, Iswandi mengaku gagal turun. Karena ia harus fokus mempersiapkan diri jelang mengahdapi pekan Olahraga Mahasiswa (POM) Asean (ASEAN University Games) di Singapura 9 Juli mendatang.

a�?Kalau saya pribadi try out terakhir (sebelum PON) di Singapura ini mas. Untuk nomor estafet sudah finish,a�? aku Iswandi.

Iswandi memang tengah dijadwalkan kembali membela Indonesia dan NTB di salah satu event bergengsi POM Asean di Singapura XVIII/2016 9 Juli mendatang.

Selain Iswandi, dua rekannya di Pelatda Rinjani, Adrian dan Sapwaturrahman juga turun di kejuaraan dua tahunan itu. Mereka akan turun di nomor lari gawang 400 meter, estafet 4×100 meter dan lompat jauh.

Kegagalan lolos ke Olimpiade tersebut dipastikan akan membuat dua atlet tumpuan emas NTB di PON XIX/2016 Jabar bisa lebih fokus mempersiapkan diri.

Atlet NTB lainnya yang masih berjuang lolos ke Olimpiade, yakni dua pemain voli pasir putri, Putu Dini Jasita dan Dhita Juliana. (zen/r5)

Berita Lainnya

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post

Pintu Beasiswa Eropa Terbuka Lebar untuk Pelajar NTB

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Lombok Belum Stabil

Redaksi Lombok Post

Dompet PNS Makin Tebal, Pemkot Siapkan Rp 363 Miliar

Redaksi Lombok Post