Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Banjir Rendam Tiga Kelurahan

AMBROL: Tanggul di Sungai Kelurahan Jatiwangi ambrol akibat terjangan banjir, kemarin (29/6). Rumah warga juga direndam banjir setinggi satu meter.

KOTA BIMA – Hujan deras mengguyur Kota Bima, kemarin (29/6). Akibatnya, tiga kelurahan diterjang banjir. Yakni Kelurahan Jatiwangi, Nae, dan Melayu.

Banjir setinggi satu meter itu merendam sekitar 923 rumah. Rinciannya, di Kelurahan Sarae sebanyak 16 rumah, Kelurahan Nae 110 rumah, dan Kelurahan Jatiwangi 576 rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima H Syarafuddin mengatakn, ada tiga kelurahan dan ratusan rumah tergenang air.

Namun, data itu masih bersifat sementara. Pihaknya masih mendata kelurahan yang dikepung banjir.

a�?Biasanya kalau hujan seperti ini, Kota Bima akan dikepung banjir. Tapi yang baru teridentifikasi hanya tiga kelurahan saja,a�? katanya, kemarin.

Menurut dia, salah satu penyebab banjir karena sampah menumpuk di sungai. Sehingga, air yang mengalir tidak memiliki ruang.

Tapi, keberadaan forum pengurangan resiko bencana, banjir bisa ditekan. Mereka bersama warga rutin membersihkan sampah di sungai.

a�?Daerah rawan banjir seperti Paruga, Dara dan daerah lain tidak terkena banjir. Karena warga rajin membersihkan lingkungan,a�? katanya.

Banjir yang melanda tiga kelurahan ini disebabkan curah hujan yang tinggi. Kemudian, luapan air yang diduga berasal dari Gunung Ncai Kapenta meluber ke beberapa kelurahan. Imbasnya, ratusan rumah di Jatiwangi tergenang.

Kondisi itu diperparah dengan jebolnya tanggul di pinggir sungai. Sehingga air meluber ke pemukiman warga setempat.

a�?Tanggul ini jebol dari 2015 lalu. Dari hasil rapat tanggul ini menjadi tanggug jawab Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi Kota Bima,a�? jelasnya.

Camat Asakota Is Famin menambahkan, tanggul yang jebol tersebut sudah dilaporakan sejak tahun lalu. Tapi belum ada tindak lanjut sampai saat ini. Sedangkan, Melayu memang kawasan langganan banjir.

a�?Warga berharap ada tindak lanjut atas banjir ini,a�? pungkasnya.

Cuaca buruk yang melanda Kota dan Kabupaten Bima juga menggangu jadwal penerbangan. Bahkan sejumlah pesawat mengalami delay selama satu jam.

a�?Pesawat Garuda mengalami keterlambatan kedatangan selama satu jam. Kemudian melanjutkan penerbangan ke Lombok sekitar pukul 9.00 Wita,a�? kata Kepala Bandar Udara Sultan M Salahudin Bima Taslim Badarudin, kemarin.

Ia mengaku, untuk penerbangan pertama dari Bima ke Lombok tidak ada masalah. Begitu juga halnya dengan penerbangan ketiga dari Bima ke Denpasar.

a�?Yang bermasalah hanya penerbangan kedua, dari Lombok ke Bima,a�? ujarnya.

Meski cuaca buruk, pesawat sebenarnya bisa mendarat. Hanya saja, maskapai penerbangan tidak mau mengambil resiko.

Belum lagi posisi Bandara Bima yang diapit gunung. Sehingga menyulitkan pilot mencari posisi landing ketika jarak pandang begitu dekat.

a�?Sebenarnya kita sudah punya alat yang begitu lengkap. Tapi pilot harus yakin secara visual baru bisa landing,a�? bebernya.

Cuaca buruk sempat mengganggu lalu lintas penerbangan. Namun tidak berlangsung lama. Karena cuaca mulai normal.

Siang kemarin, jarak pandang sudah normal. Sebelumnya jarak pandang hanya dua kilometer, kini menjadi enam kilometer.

a�?Alhamdulillah cuaca kembali normal. Siang ini penerbangan kembali lancar. Meski masih terlihat sedikit mendung,a�? katanya.

Meski adanya penundaan penerbangan, namun tidak ada protes dari penumpang pesawat. Karena penundaan jadwal penerbangan dikarekan cuaca buruk.

a�?Sekarang semuanya sudah aman dan kembali lancar,a�? pungkasnya. (nk/yet/r1)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost