Lombok Post
Headline Kriminal

Jaksa Periksa Kepala Bappeda KSB

BAPPEDA (1)
DIPERIKSA: Kepala Bappeda KSB H Amry Rakhman memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Kejati NTB, kemarin (29/6).

MATARAM – Kasus dugaan korupsi pembangunanA� Balai Latihan Kerja (BLK) Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai digenjot. Kejaksaan Tinggi (Kejati) memeriksa Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) KSB H Amry Rakhman, kemarin (29/6). Pemeriksaan H Amry ini berlangsung di ruang penyelidik Yonie E Malaka hingga pukul 12.30 Wita.

A�a�?Pemeriksaan tentang pembangunan BLK,a�? kata Kepala Bappeda KSB H Amry Rakhman usai diklarifikasi di Kejati NTB, kemarin (29/6).

Ia yang datang mengenakan baju kemeja putih dipadu celana hitam enggan bicara banyak terkait teknis pembangunan BLK. Karena, saat proyek pusat bergulir, dirinya belum menjabat Kepala Bappeda.

a�?Sampai saat ini (BLK) belum dihibahkan,a�? terang dia.

Gedung BLK itu memang belum diserah terimakan dari pemerintah pusat kepada Pemda KSB. Akibatnya, bangunan yang berlokasi di dekat Pelabuhan Poto Tano itu ngangur. Lebih lanjut, H Amry menjelaskan, dirinya sudah mengkonfirmasi penggunaan gedung BLK itu kepada Kepala Dinosnakertrans KSB.

a�?Gedung itu belum diserahkan kepada kita,a�? terang dia.

Ia menjelaskan, pembangunan gedung BLK ini berlangsung tahun 2008. Ketika proyek yang merogoh kantong APBN, ia belum menjabat. Sementara, proyek tersebut selesai dikerjakan pada tahun 2009.

a�?Saya belum jadi Kepala Bappeda. Sementara saya mulai masuk (Kepala Bappeda) tahun 2010,a�? bebernya.

Terkait klarifikasi itu, H Amry mengaku, dirinya ditanya seputar jabatanya sebagai Kepala Bappeda. Ia pun telah menjelaskan kepada jaksa mencecarnya beberapa jam itu.

a�?Sejak kapan di bappeda. Sekitar itu pertanyaannya,a�? ungkap dia.

Gedung BLK ini awalnya rancangan dari pemda. Kemudian, diusulkan kepada Kementerian. Hanya saja, H Amry yang dikonfirmasi awa mula turunnya proyek itu memilih bungkam. Begitu juga ketika ditanya terkait peran bappeda dalam proyek itu.

a�?Jangan ditanya dulu,a�? jawabnya.

Terpisah, Juru Bicara Kejati NTB I Made Sutapa membenarkan ada pejabat KSB yang diklarifikasi. Menurut dia, Kepala Bappeda itu dimintai keterangan seputar pembangunan gedung BLK. a�?Ada memang yang dipanggil,a�? katanya singkat. (arl/jlo/r3)

Berita Lainnya

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost