Lombok Post
Metropolis

Jilbab Bisa Menyesuaikan Segala Situasi

Shofana Erimalata
Shofana Erimalata

MATARAM – Sebagian besar perempuan yang masih ragu menggunakan hijab beralasan kalau menunggu perilakunya baik terlebih dahulu baru berjilbab. Meskipun mereka sadar bahwa jilbab adalah kewajiban.

Pemikiran seperti ini dinilai kurang tepat oleh Shofana Erimalata, pegawai BPKAD Pemkot Mataram yang pernah meraih best dress Hijab Hunt yang diadakan Hijabers Mataram. Ia menjelaskan tidak perlu ada keraguan atau menunggu terlalu lama untuk mulai berhijab.

a�?Kalau menunggu perilaku baik baru berjilbab itu kan waktunya masih belum jelas. Kalau iya umur kita panjang nanti,a�? katanya.

Untuk itu, alasan ini menurutnya tidak bisa dijadikan dasar sebagai perempuan untuk enggan berhijab. Menurutnya, lebih baik mereka yang masih ragu menggunakan hijab mencari tahu kenapa hijab diwajibkan. Agar bisa mendapatkan pemahaman yang tepat kenapa perempuan diwajibkan dan diatur oleh agama Islam wajib menggunakan hijab.

Selain mencoba juga merasakan dampak perbedaaan ketika menggunakan hijab dan tidak. Ia yakin, seorang perempuan muslim baru bisa menemukan jawabannya dan yakin untuk berhijab.

Shofa, sendiri mengaku tidak langsung bisa konsisten menggunakan hijab. Ia baru mulai konsisten menggunakan hijab ketika mulai masuk kuliah di luar daerah.

Sebagai seorang perempuan, ia sempat merasa takut tidak bisa menjaga diri saat menimba ilmu di luar daerah. Untuk itulah, ia menemukan bahwa jilbab adalah salah satu cara perempuan untuk menjaga dirinya.

Benar saja, bergaul dengan berbagai jenis teman saat kuliah, ia mengaku merasa tetap bisa menjadi dirinya sendiri. a�?Kalau di luar kan kita bergaulnya dengan berbagai macam teman. Ada yang menggunakan pakaian seksi hingga punya kebiasaan dugem. Tapi ketika kita menggunakan jilbab, teman-teman akan bisa lebih menghargai kita,a�? jelasnya.

Dari sanalah kemudian ia merasakan dampak betul jilbab yang dikenakannya terhadap dirinya. Meski demikian, ia mengaku sebagai perempuan yang berhijab tak lantas membuatnya terkotak-kotak dengan yang lainnya.

Jilbab, kini dikatakannya lebih bisa menyesuaikan dalam kondisi dan lingkungan apapun. Mulai dari jalan-jalan, kumpul bareng teman, belajar ke kampus, bahkan berenang sekalipun masih tetap bisa menggunakan hijab.

a�?Sekarang kan ada jilbab khusus untuk renang. Trend dan fashion jilbab saat ini saya rasa juga terus berkembang. Bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia. Jadi nggak perlu takut ketinggalan fashion,a�? katanya.

Ia juga mengingatkan sesama muslimah, jika perempuan enggan menggunakan hijab, maka ada empat orang yang akan menanggung dosa mereka. Mulai dari ayah, suami, saudara laki-laki hingga anak laki-lakinya.

Untuk itulah, ada baiknya perempuan bisa lebih memahami kewajiban berhijab itu sendiri. Orang tua juga dituntut untuk bisa memberikan pemahaman dan membiasakan anak perempuan mereka berhijab sejak dini.

a�?Karena kalau dipaksakan takutnya kurang bagus juga. Lebih baik diberikan pemahaman dan dibiasakan untuk mulai berhijab sejak kecil. Nanti, dengan sendirinya mereka akan sadar dan tahu bahwa itu adalah kewajiban mereka,a�? ucapnya. (ton/r6)

Berita Lainnya

Situs Tua Ambruk Lagi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Bukan Tidak Tahu, tapi Malas Patuh!

Redaksi LombokPost

Uang Nomor Dua, Paling Penting Lingkungan Bebas Sampah

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Bangunan Tua Itu Perlu Direnovasi

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post