Lombok Post
Giri Menang

Masyarakat Gelar Tradisi Maleman

MALEMAN: Warga Tenges-enges, Dasan Tapen, Kecamatan Gerung Lombok Barat menyalakan dile jojor di atas makam keluarga. Tradisi ini disebut maleman, dilakukan setiap tanggal ganjil pada bulan Ramadan. (*/r6)

GIRI MENANG -Tradisi Maleman mulai diselenggarakan masyarakat Lombok Barat. Seperti yang dilakukan oleh warga dusun Tragtag Desa Batukumbung Kecamatan Lingsar sejak malam ke 21 Ramadan.

Burhan, salah seorang tokoh adat di dusun tersebut mengatakan, maleman merupakan sebuah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat di beberapa kampung di Pulau Lombok.A� Tradisi maleman ini di laksanakan pada malam ganjil diatas tanggal 20 bulan Ramadan.

Maleman di mulai saat menjelang azan magrib, tradisi tersebut di isi dengan tahlilan dan doa. Sekaligus di jadikan momen untuk buka puasa bersama di Masjid setempat.

Dengan berkumpul buka puasa bersama di masjid dan kemudian dilanjutkan dengan membakar dile jojor. Yakni lampu yang terbuat dari buah jamplung mirip bentuknya seperti sate pusut.

Adapun istilah maleman ini di ambil dari nama sebuah lampu yang terbuat dari buah jarak yang di nyalakan saat mata hari sudah terbenam.A�”Maleman dijadikan sebagai simbul cahaya Alquran yg di turunkan Allah.A� Di saat manusia di liputi kegelapan dan kesesatan pada masa jahiliah dulu,” pungkasnya. (fer/r6)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost