Lombok Post
Giri Menang

Tanjung Kuburan Dipasangi Police Line

DALAM PENYIDIKAN: Tanah Tanjung Kuburan di susun Teluk Waru, Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar dipasangi police line sejak beberapa waktu lalu.

GIRI MENANG -Tanah Tanjung Kuburan yang dipermasalahkan masyarakat, kini dipasangi Police Line. Artinya, tanah yang dibeli oleh Pelindo III tersebut dalam proses penyelidikan kepolisian.

Membias semenjak tanggal 9 Juni lalu telah terjadi pemasangan alatA� pengeboran di lokasi pembangunan Pelabuhan tersebut. Pemasangan alat tersebut dilakukan oleh lima pekerja Pelindo III tanpa izin warga.

Warga setempat langsung melakukan aksi penolakan. Sebab itu, akhirnya pengerjaan diberhentikan sementara waktu.

Seperti yang diketahui, pembangunan Peti Kemas PT Pelindo III Lembar tersebut di atas tanah seluas 100 Ha. Namun sebagian tanah sekitar 1,9 Ha, masih bermasalah dan sampai saat ini masih dalam penanganan pihak Kepolisian Lombok Barat.

Kapolres Lombok Barat, AKBP Wingky Adithyo Kusumo menerangkan, transaksi tanah Tanjung Kuburan seluas 1,9 Ha tersebut menurut warga merupakan tanah wakaf turun temurun dari Dusun. Namun dijual secara pribadi seharga 1,5 miliar.

“Penjualan tanah tanjung kuburan tersebut trindikasi terjadi kesalahan, dan untuk sementara untuk memperlancar penyidikan dalam penanganan kasus tersebut, pihaknya pasang police line,” jelas Wingky

Ia melanjutkan,A� kepolisian sangat mendukung penuh atas pembangunan pelabuhan gili mas tersebut. Namun kepolisian sudah mendapatkan bukti yang cukup kuat. Sebab itu dilakukan penyegelan sementara hingga waktu yang belum ditentukan.

“Yang memberikan hibah tanah tersebut beserta ahli warisnya masih hidup dan telah memberikan kesaksian. Bahkan surat tanah hibah tersebut masih ada di Kantor Urusan Agama Kecamatan Sekotong,” pungkasnya

Terpisah, General Manager Pelindo III Baharuddin menanggapi pemasangan tanda tersebut. Menurutnya Pelindo III tidak memiliki urusan terkait masalah protes masyarkat. Hal itu menjadi urusan antara masyarakat dengan oknum penjual. “Pelindo hanya sebagai pembeli,” ujarnya, kemarin.

Baharuddin juga mengaku kecewa atas pemasangan police line. Tanah tersebut merupakan aset milik Pelindo III. Seharusnya pihak kepolisian berkoordinasi sebelum pemasangan tanda tersebut. “Permasalahan tersebut antara oknum penjual dan masyarakat. Pelindo hanya ingin membantu membangun Lombok Barat,” tandasnya. (fer/r6)

Berita Lainnya

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost