Lombok Post
Headline Metropolis

Awas, Flu Burung!

AYAM2-SIR
DIPERIKSA: Tim Keswan dan Kesmavet Kota Mataram mengambil sampel darah ayam-ayam di Lingkungan Irigasi Kelurahan Taman Sari Kecamatan Ampenan, kemarin (30/6).

MATARAM – A�Belasan ayam di Lingkungan Irigasi, Kelurahan Taman Sari Ampenan mati mendadak, kemarin (30/6). Kejadian ini membuat warga setempat heboh. Satu per satu para pemilik ayam mengaku ayamnya juga mati.

Ibu Rukmini salah seorang warga mengaku, lima ekor ayamnya mati sekaligus. Pada pagi hari sudah ditemukan dalam kondisi mati di tanah. Takut akan flu burung, suaminya buru-buru mengubur bangkai ayam itu di halaman depan rumah.

a�?Saya khawatir (flu burung) takutnya menular ke kita nanti,a�? kata Rukmini.

Hal yang sama juga dialami H Aria, dua ekor ayamnya mati mendadak. Padahal sebelumnya dalam kondisi masih sehat segar. Kandang ayam sendiri ditaruh di lantai dua, terisolir dari rumah tinggal. a�?Tidak pernah sakit tiba-tiba mati,a�? katanya.

Ia mengaku sebelumnya warga tidak saling tahu jika mereka mengalami hal serupa. Bahkan 10 ekor ayam milik ketua RT juga mati. Baru setelah ada pemeriksaan, satu per satu warga sadar ayam di lingkungan mereka mati mendadak.

a�?Warga tidak pernah saling tanya, akhirnya baru mereka saling tahu,a�? kata Aria.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram drh Ana Mustiana mengatakan, setelah menerima laporan dari masyarakat banyak ayam mati mendadak. Tim menindaklanjuti dengan turun mengecek kelapangan. Mengambil sampel darah untuk diuji di laboratorium.

Informasi awal ada 10 ekor yang mati, tapi yang ditemukan di lapangan hanya satu ekor. Sementara yang lain sudah dikubur. a�?Karena kejadian ayam mati ini banyak sekali diagnosanya, jadi kami tidak bisa mengatakan secara langsung (flu burung atau tidak) sebelum ada hasil uji laboratorium,a�? ungkapnya.

Menurutnya, laporan kejadian seperti ini baru pertama kali. Tapi sebelumnya mereka sudah turun ke beberapa lokasi untuk kegiatan vaksinasi. Seperti di Cakaranegara, Sandubaya, Mataram, Monjok Gria dan 16 lokasi lainnya.

Vaksinasi dilakukan karena di titik itu pernah ada kejadian ayam mati mendadak sebelumnya dan populasi unggasnya padat sehingga rawan.

Apakah ada kemungkinan flu burung? Menurut Ana, di Lombok ini kejadian flu burung sangat sedikit. Tapi ia belum bisa menyimpulkan sebelum hasil laboratorium keluar. a�?Karena beberapa tahun terakhir low insiden, jadi kemungkinan kecil untukA� itu (flu burung), mayoritas ND,a�? jelasnya.

Faktor cuaca juga bisa menjadi penyebab ayam tersebut mati. Sebab unggas sangat sensitif terhadap peralihan cuaca. Misalnya dari hujan ke panas, dan panas ke hujan. Mereka akan rentan terkena penyakit. Meski demikian, hampir semua penyakit unggas memiliki ciri-cirinya hampir sama. Antara virus flu burung dan Newcastle Diases (ND) juga gejalanya tidak jauh beda.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat dengan perubahan cuaca seperti ini. Hendaknya hewan divaksin, kemudian kandang ayam harus rajin dibersihkan, disemprotkan dengan disinfektan. Bisa juga dengan sisa-sisa sabun.

Kemudian jangan membeli ayam yang sakit. Jika membeli ayam baru dari pasar, harus dipisahkan dulu dengan ayam yang sudah lama. Hal ini berguna untuk menghindari penularan penyakit.

a�?Kalau ada ayam yang mati segera dikubur, jangan dibuang ke sungai,a�? imbuhnya.

Terpisah, Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram H Mutawalli mengatakan, jumlah ayam mati ada 16 ekor. Dilihat dari ciri-ciri dan gejala kematinya, lebih mengarah pada penyakit ND, atau dalam bahasa Sasak disebut koyan.

a�?Karena memang mirip cirinya dengan flu burung. Hanya saja di Mataram riwayat flu burung sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada. Sehingga kecil kemungkinan untuk flu burung,a�? katanya.

Terhadap lingkungan di sekitar lokasi kini akan diblokir. Jangan sampai berkembang ke lingkungan sebelah. Sementara di tempat lain belum ada laporan hal serupa. a�?Mudahan tidak terjadi di tempat lain. Makanya kampung itu langsung diisolasi,a�? ujar Mutawalli. (ili/r6)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost