Lombok Post
Headline Metropolis

BPOM Waspadai Kota Mataram

VAKSIN PALSU: Kepala BPOM Mataram I Gde Nyoman Suandi (kiri), bersama Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, saat menjelaskan persoalan vaksi palsu di NTB, kemarin (30/6)

PRAYA – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mataram memastikan Kota Mataram menjadi tempat yang paling diwaspadai terkait peredaran vaksin palsu ketimbang daerah lain di NTB.

Kendati begitu, BPOM memastikan, belum ada vaksin palsu yang ditemukan di seluruh NTB.

a�?Kalau kabupaten/kota lain, tidak ada masalah. Kecuali, Kota Mataram saja yang perlu kita waspadai bersama,a�? kata Kepala BPOM Mataram I Gde Nyoman Suandi, kemarin (30/6) usai melakukan inspeksi mendadak di lima fasyankes dan apotek di Lombok Tengah.

Terkait pernyataan BPOM RI yang menyebut telah menyegel 28 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) termasuk di Mataram, BPOM Mataram menampik hal tersebut.

Namun, BPOM tak merinci lebih lanjut soal hal ini, termasuk apa yang telah dilakukan pada fasyankes tersebut menyusul ditemukannya vaksin yang dipasok tanpa melalui jalur resmi.

Dia hanya menyebut, bahwa apa yang dilakukan BPOM sejauh ini hanya sebatas langkah antisipasi semata.

Khusus di Mataram lanjut Suandi, daerah ini merupakan pintu keluar masuk vaksin, obat-obatan dan makanan kedaluwarsa cukup banyak. Kehidupan masyarakatnya pun komplek.

a�?Namanya saja perkotaan. Sehingga, untuk mengantisipasinya, perlu dilakukan pemantauan secara rutin, di tempat-tempat yang dianggap rawan,a�? katanya.

Terkait hal ini, sebagai antisipasi, BPOM pun, sudah menggandeng Bea Cukai dan Polda.

BPOM RI, kata Suandi justru sedang melakukan penelusuran ke seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Karena, peredaran vaksin palsu pertama di temukan di wilayah Bekasi sejak tahun 2003 lalu.

Kini, BPOM sedang mendata berapa vaksin palsu yang beredar, berapa balita yang sempat menerima suntikan vaksin palsu dan dimana saja lokasinya.

a�?Namun, yang perlu saya jelaskan adalah, vaksin itu tidak dijual bebas di pasaran. Vaksin justru diberikan secara gratis,a�? kata Suandi di hadapan Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, Asisten I Setda Loteng HL Muhammad Amin dan Kepala Dinas Kesehatan Loteng Nurhandini Eka Dewi.

Vaksin yang beredar di NTB, kata Suandi resmi didatangkan langsung dari Kementerian Kesehatan. Tapi ini hanya untuk fasyankes milik pemerintah.

a�?Swasta tidak membeli vaksin di Kemenkes. Ini yang sedang kita telusuri,a�? katanya.

Khusus Lombok Tengah, kata Suandi BPOM telah melakukan penelusuran di rumah sakit umum daerah (RSUD) Praya, di tiga klinik dan satu apotek. Hasilnya, tidak ditemukan peredaran vaksi palsu yang dimaksud.

a�?Loteng aman,a�? katanya.

Untuk itulah, pihaknya menyerukan kepada seluruh masyarakat Loteng, agar tidak perlu takut, was-was atau bimbang untuk membawa balita dan anak-anaknya masing-masing ke Posyandu, rumah sakit pemerintah maupun swasta, klinik dan apotik.

a�?Pada prinsipnya, pemerintah ikut bertanggung jawab untuk memberikan rasa aman terhadap penggunaan vaksin,” sambung Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri.

Sehingga, apa yang dilaksanakan BPOM, bekerja sama dengan Dikes dan pihak berwenang lainnya, kata Pathul justru telah membantu kinerja pemerintah, dalam mensukseskan program pelayanan kesehatan.

“Atas kerja samanya, kami menyampaikan terima kasih,” kata orang nomor dua di Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut.

Senada dikatakan Kepala Dikes Loteng Nurhandini Eka Dewi. Dikatakan, turunnya BPOM secara langsung telah memberikan jawaban atas ketakutan atau keraguan terhadap penggunakan vaksin di setiap pelaksanaan posyandu.

“Silahkan bawa balita dan anak-anak kita ke posyandu dan fasyankes dimana pun berada di Loteng. Jangan khawatir,” serunya.(dss/r10)

Berita Lainnya

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost

Pajak Panelnya Dihapus Dong!

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost