Lombok Post
Headline Sumbawa

Oknum Pegawai Bandara Disanksi

Kepala Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa I Kadek Yuli Sastrawan

SUMBAWA – Kepala Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa I Kadek Yuli Sastrawan akhirnya buka suara. Ia mengakui adanya kasus pencurian dan tidak menampik jika pelakunya petugas bandara.

Ia menegaskan, setelah kejadian itu semua petugas dikumpulkan. Dari pengakuan anak buahnya itu, kata dia, dugaan pencuian itu berlangsung saat yang bersangkutan membersihkan keranjang. Ia melihat handphone di bawah mesin x-ray dan mengambilnya.

a�?Dia tidak langsung melapor bahwa ada barang penumpang yang ketinggalan,a�? katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin (30/6).

Setelah membersihkan keranjang, oknum pegawai yang berstatus PNS itu kemudian pergi ke kamar mandi. Setelah itu, ia mengaku telah mengambil handphone. Diduga, oknum pegawai itu berniat untuk memiliki barang tersebut.

a�?Secara pribadi saya juga sudah menegur oknum pegawai itu,a�? tegas dia.

Oknum pegawai bandara itu juga sudah tidak ditempatkan di bagian pelayanan. Kejadian ini juga diproses hingga ke pusat, karena menyangkut nama baik. Ia tidak ingin kejadian tersebut kembali terulang kedepannya.

a�?Dari pengalaman ini, kami akan mempertegas kepada pegawainya agar lebih paham akan tugasnya,a�? jelas dia.

Ia meminta kepada semua pegawainya agar kejadian tidak terulang lagi. Ia juga berharap menjadi yang terakhir. Ia tak mau kejadian ini membuat citra bandara tidak baik.

a�?Sementara sanksi yang diberikan adalah pemindahan. Sanksi lainnya akan diterapkan sambil menunggu arahan dari pusat,a�? tegas dia.

Terkait sanksi, ia menjelaskan, ada beberapa kategori sanksi bagi pegawai yang melanggar. Yakni sanksi ringan, sedang, dan berat. Sementara, ulah oknum pegawai itu termasuk pelanggaran dengan sanksi sedang.

a�?Sanksinya penundaan kenaikan pangkat dan penundaan kenaikan gaji,a�? A�tegasnya lagi.

Ia juga meminta maaf terkait insiden cek cok oknum petugas dengan wartawan. Ia menduga itu karena adanya misskomunikasi.

Oknum itu juga sudah ditegur karena tidak memiliki kewenangan untuk menjelaskan. Sebab oknum itu hanya bertugas untuk mengarahkan.

a�?Kalau ada apa-apa, langsung saja ke saya. Saya tidak menutup komunikasi,a�? pungkasnya.

Diketahui, Pengusaha di bidang peternakan asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Suwono mengaku kehilangan handphone (HP) di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa, kemarin (29/6).

Setelah ditelisik, ternyata handphone milik pengusaha itu diduga diembat salah seorang oknum pegawai bandara. Dugaan itu terkuak melalui rekaman CCTV yang ada di bandara. (run/r1)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost