Lombok Post
Tanjung

Poli Tutup, IGD Buka 24 Jam

Poli Tutup, IGD Buka 24 Jam

TANJUNG – Sebagai sarana pelayanan masyarakat umum, rumah sakit dituntut selalu siaga 24 jam. Begitu juga saat Lebaran nanti. Untuk itu, RSUD Tanjung akan mengoptimalkan pegawai non muslim untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Direktur RSUD Tanjung Bahrudin mengatakan, pihaknya memiliki 258 pegawai yang terdiri dari tenaga medis seperti bidan, perawat, dan dokter. Selain itu ada pula sebagai sopir, kasir, hingga OB. Dari jumlah itu, 40 persen diantaranya non muslim. Nah mereka inilah yang siap di optimalkan pada saat hari Lebaran nanti.

a�?Jadwalnya sudah diatur, khususnya untuk H-1 dan H+1,a�? ujarnya pada wartawan, kemarin (30/6).

Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan kepada pegawai yang berdomisili di Tanjung. Agar membantu operasional pelayanan saat pasien di rumah sakit sedang ramai dan membutuhkan tambahan tenaga. Sinergitas tersebut diakuinya telah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya.

a�?Nanti yang ada di Tanjung juga akan membantu, maka dari itu kita selalu akomodir masyarakat yang melamar pekerjaan di RSUD yang beragama non muslim,a�? imbuhnya.

Kendati pegawau non muslim tetap masuk seperti biasa, bukan berarti mereka tidak mendapatkan hari libur. Sebaliknya ketika hari besar seperti Waisak maupun Kuningan, Galungan, pegawai non muslim ini mendapatkan jatah libur.

a�?Jadwalnya tetap bergantian. Saling mengisi lah jangan sampai pelayanan RSUD terganggu,a�? ucapnya.

Dijelaskan Bahrudin, meskipun pelayanan tetap berjalan seperti biasa bukan berarti dibuka seluruhnya. Pasalnya, hanya ruang poli yang tidak dibuka pada saat Lebaran. Namun ruang bersalin, nifas, IGD, dan UGD tetap buka seperti biasa.

a�?Karena layanan poli mengikuti hari besar nasional maka tutup saat Lebaran,a�? tandasnya.

Menurutnya, pasien pada saat sebelum dan sesudah Lebaran terus berdatangan. Mengingat, merujuk pada tahun sebelumnya beberapa persoalan seperti kecelakaan hingga diare kerap dialami masyarakat. Oleh sebab itu, pihak RSUD pun mengaku siap untuk mengatasi pelayanan yang dibutuhkan masyarakat tersebut.

a�?Saat pawai takbiran biasanya banyak kecelakaan, selain itu setelah hari H Lebaran masyarakat banyak terserang diare,a�? katanya. (puj/r9)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost