Lombok Post
Metropolis

Punya Istri 20, Tersebar di Sejumlah Persinggahan

BOK
BERKISAH : Mantan sopir Bus AKAP, Ridwan, berbagi cerita pada Lombok Post, selama malang-melintang membawa bus ke berbagai kota dan Provinsi.

Beristri lebih dari satu memang bagi sebagian Sopir Bus itu biasa. Tentu bukan tanpa alasan mereka berbagi cinta. Salah satunya, mengurangi godaan dan menjauhkan diri dari perbuatan tercela. Berikut kisahnya.

***

JIKA Jerry cukup tangguh melawan godaan, tapi tidak dengan Riko alias Ridwan. Mantan sopir Bus AKAP ini blak-blakan bercerita pada Lombok Post pengalamannya beristri banyak.

Istrinya tersebar hampir di semua titik persinggahan Bus. Totalnya 20 orang. a�?Ada dua puluh,a�? ungkapnya polos.

Tak hanya di satu titik persinggahan, Ridwan juga menikahi wanita di satu daerah, tiga sampai empat orang. Pria kelahiran tahun 1964 ini awalnya diam-diam melakukan nikah siri dengan wanita berstatus gadis dan janda. Tanpa sepengetahuan istri pertama. Tapi lambat laun tercium juga. Informasi itu menyebar dan sampai ke telinga istri pertama.

a�?Di Praya (Lombok Tengah) saya ada istri empat orang, terus di Kelayu (Lombok Timur) tiga orang dan banyak di tempat-tempat lain,a�? bebernya, tak bisa menceritakan satu-persatu.

Tak ayal, keputusannya nikah siri itu sempat membuat hubungan rumah tangga dengan istri pertama nyaris retak. Tapi dia punya trik jitu menghindari perceraian. Setiap kali bertengkar hebat, Ridwan memilih tak meladeni panjang perdebatan dengan sang Istri. Biasanya ia memilih pergi dan menyinggahi istri yang lain.

a�?Jadi kalau marah yang satu, saya ke istri yang lain,a�? jawab dia, lalu tertawa lebar.

Alasan Ridwan beristri banyak cukup logis. Ia tak mau main wanita. Dari pada di luar tergoda wanita a�?nakala�� hingga melakukan perbuatan tercela baik dari hukum agama atau adat, lebih baik menikah dan punya banyak istri. Toh, itu lazim. Baginya, pria banyak istri itu wajar. Yang tak wajar tentu sebaliknya.

Tak hanya itu, dia berusaha bertanggung jawab pada istri-istrinya. Sama halnya dengan cerita sopir lainnya. Waktu yang lebih panjang berada di jalan dan terminal, tentu membuat kepuasan batin kurang terpenuhi. Apalagi, para sopir bus seperti dirinya yang hanya pulang ke rumah terkadang sebulan sekali.

a�?Wanita di terminal dan jalan itu berbagai rupa, apa iya kita tidak tergoda?a�? ujarnya.

Dari yang muda sampai tua bangka tapi masih menarik. Silih berganti berseliweran di depan mata. Tentu tak mudah, mengendalikan dorongan libido yang luar biasa dahsyat. Karena itu, satu-satunya jalan yang masih dibenarkan dan halal, yakni menikah dan beristri banyak.

a�?Ya rata-ratalah, sopir biasanya beristri lebih dari satu. Tapi, ada juga yang tetap setia pada istri pertama,a�? tukas, pria yang pernah narik bus Tiga Putra dan Sinar Rejeki itu.

Di usianya yang sudah menginjak kepala lima, Ridwan telah punya tujuh anak. Satu diantaranya jadi guru. Bagi dia, itu prestasi luar biasa yang bisa dilakukan buruh membuat anaknya menjadi orang yang mampan.

Kini ia masih menyisakan mimpi dan harapan anak-anak yang lain juga bisa menjadi orang yang sukses dan berguna. a�?Kalau saya yang penting bisa makan dan hidup tanpa utang saja,a�? jawab dia.

Tapi, kini Ridwan telah pensiun dari pekerjaannya sebagai sopir. Ia beralih profesi jadi tukang ojek. Ada banyak alasan Ridwan meninggalkan pekerjaan yang penuh dengan pengalaman itu. Diantaranya, faktor usia yang memang sudah mulai lanjut. Tapi yang paling sedih adalah kedua belah matanya: katarak.

a�?Terlalu sering kena sorot lampu kendaraan selama di jalan,a�? tuturnya.

Menjadi sopir Bus AKAP memang dituntut bisa mengemudi dengan waktu ekstra lama. Siang malam. Hingga siang lagi. Bahkan bisa berhari-hari. Itulah yang akhirnya membuat ia kini jadi rabun. Jarak pandangnya hanya mampu menjangkau enam sampai tujuh meter. Tak lebih dari itu. Sisanya, samar.

a�?Mau berobat, tapi tidak ada duit, hasil ngojek cukup buat makan anak istri saja,a�? jawab dia.

Lalu bagaimana dengan istri-istri luar kotanya?

a�?Sudah saya ceraikan semua,a�? jawabnya enteng. Lalu terkekeh.

Ridwan juga tidak tahu, istri-istrinya dulu apa sudah punya anak dari buah cinta mereka atau tidak. Yang jelas, ketika memutuskan akan pensiun, ia sudah mendatangi istrinya satu-persatu. Lalu mengucapkan kata perpisahan: talak!

a�?Ya biasalah (ada yang terima ada yang marah),a�? tuturnya.

Jauh di dalam hati, ia sebenarnya ingin sekali mencari dan menemui mereka lagi. Ya, untuk sekedar silaturahmi. Ia ingin tahu apakah masing-masing sudah punya tambatan hati lain setelah ditinggalkannya. Atau, ada yang masih sulit move on?

a�?Ya, saya juga tidak langsung nikah gitulah. Pasti sempat pacaran dan saling rayu. Hingga ada kecocokan. Baru, jatuh cinta. Kemudian buat janji-janji setia. Lalu, menikah. Tapi kan pada akhirnya nasib yang memisahkan kami,a�? kelakarnya.

Di Bulan Puasa ini, Ridwan berharap bisa melakukan banyak kebaikan. Manusia tak ada yang sempurna. Termasuk dirinya. Jika keputusan memilih istri banyak lalu diceraikan itu salah, ia berharap Tuhan mengampuni kekeliruannya.

a�?Biar sudah Allah yang menilai puasa saya, tapi yang jelas saya berusaha memperbaiki diri,a�? tutupnya.(Lalu Mohamad Zanudin/Mataram/r6)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost