Lombok Post
Metropolis

Waspadai Investasi Bodong!

Sekda NTB Rosiady H. Sayuti

MATARAM – Pengelolaan keuangan yang baik akan memberikan dampak positif bagi inflasi daerah. Hal itu disampaikan Sekda NTB Rosiady H. Sayuti saat membuka Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Waspada Investasi kepada Organisasi Wanita Provinsi NTB, di Aula Bank Indonesia, Rabu (29/06).

a�?Salah satu faktor penyebab inflasi itu adalah ketika ibu-ibu berbelanja secara emosional. Yang tidak dibutuhkan mereka beli.

Kalau pengelolaan keuangan ini ibu-ibu kuasai dan dipraktekkan dengan baik, maka saya yakin inflasi akan terkendali dengan baik,a�? jelas Sekda.

Kegiatan ini dihadiri Kepala BI Perwakilan NTB Priyono dan Ketua OJK NTB Yusri. Sekda meminta semua pihak, baik organisasi wanita maupun kepala SKPD untuk memahami pengelolaan keuangan yang baik dan dipraktekkan di kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kalau semua pihak berbelanja dengan bijak dan sesuai kebutuhan maka tidak ada istilah tingginya inflasi.

a�?Harapan saya, pertemuan seperti ini tidak hanya dilaksanakan di bulan puasa. Misalnya di pertemuan di organisasi, sampaikanlah bahwa ibu rumah tangga juga memiliki peran yang strategis dalam membangun ekonomi daerah,a�? harap Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB tersebut.

Mewakili organisasi perempuan, Hj. Syamsiah Amin mengatakan, masyarakat perlu mewaspadai praktek investasi bodong yang terjadi di masyarakat. Investasi yang tidak memiliki izin tersebut, menurut Syamsiah, sangat merugikan masyarakat.

Investor bodong tersebut selalu mengumpulkan uang masyarakat dengan janji dikembalikan dalam jumlah besar.

a�?Waktu saya turun ke daerah ada saya lihat lembaga keuangan liar. Namun, masyarakat percaya dan tergiur karena dijanjikan bunga besar. Namun, akhirnya masyarakat banyak yang mengeluhkan itu. Hal ini perlu kita waspadai,a�? ungkap Ketua BKOW NTB tersebut.

Forum sosialisasi dan edukasi keuangan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mengembangkan pemahaman pengelaolaan keuangan agar terhindar dari penipuan dan investasi bodong.

Senada dengan Syamsiah, Kepala BI Perwakilan NTB Priyono mengatakan untuk tidak tergiur dengan janji-janji investasi bodong yang merugikan.

Selain itu, Priyono meminta ibu-ibu rumah tangga untuk mengelola keuangan dengan baik. (uki/r9)

Berita Lainnya

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

Redaksi LombokPost

Rumah Belum Jadi, Tenda Kemasukan Air

Redaksi LombokPost

Pasca Gempa, BPS Belum Keluarkan Data Kemiskinan

Redaksi LombokPost

Kalau Lagi Mood, Lima Jam Bisa Selesai

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost